Pasien Covid-19 Dipulangkan dengan Pesawat Carter

Pesawat Sriwijaya Air. [Ilustrasi/Net]

SultimNews.info, BANGGAI- PT Panca Amara Utama (PAU) memulangkan pekerja yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke daerah asalnya. Begitupun dengan pasien suspect.

Perusahaan amoniak yang berlokasi di Batui itu mencarter pesawat khusus, yakni Sriwijaya Air jenis Boeing. Pesawat ini membawa tiga orang tim dokter. Lepas landas dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dan landing di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk pada Selasa sore (28/7) sekitar pukul 17.00 Wita.

Sejumlah pekerja—dikabarkan 7 orang langsung naik ke pesawat. Melalui jalur khusus dan tidak ingin lama-lama, pesawat pun lepas landas. Balik kanan menuju Halim Perdana Kusuma sekitar pukul 19.00 Wita.

“Iya, ada pesawat carter-an kemarin sore,” ungkap sumber terpercaya saat wartawan memverikasi kebenaran informasi itu.

Juru bicara percepatan penanganan Covid-19 Banggai, Nurmasita Datu Adam, memilih diam. Dia tidak menjawab sederet pertanyaan wartawan di grup WhatsApp khusus media Covid-19 itu, ke-marin (29/7).

Samahalnya dengan wartawan media ini yang menanyakan apakah pasien positif maupun suspect dari PT PAU sudah dipulangkan ke daerah asal.

Meski begitu, dalam laporan harian tim Gugus Tugas Covid-19 Banggai menyebutkan, 4 kasus positif dan 9 kasus suspect menjalani isolasi mandiri di rumah.

Terpisah, dari Batui dilaporkan, puluhan warga kembali turun ke jalan, kemarin. Mereka melakukan aksi unjuk rasa menuntut PT PAU menghentikan sementara operasional perusahaan. Ini menyusul sejumlah pekerja PT PAU yang ter-papar Covid-19.

Warga menilai, bila operasional terus dipaksakan, maka bisa ikut mengancam keselamatan warga. Apalagi warga yang tinggal di lingkar tambang. Dusun Kompanga misalnya—tepat di jantung PT PAU.

“Kami menuntut agar aktitas perusahaan dihentikan sementara sampai benar-benar pulih,” kata Aan Kurniawan.

Warga juga meminta pihak perusahaan dan tim gugus tugas transparan. Ini untuk keselamatan bersama. “Kalau ditutupi, warga pasti minim infor-masi. Nah, itu yang baha-ya,” tandasnya. (awi)