Polisi Basmi Miras dari Hulu hingga Hilir

Polsek Toili musnahkan pabrik cap tikus di hutan Desa Argomulyo, Kecamatan Moilong. (Foto: Istimewa)

SultimNews.info, BANGGAI- Enam anggota Polsek Toili mulai menyiapkan kelengkapan sepeda motor. Kendaraan ini akan dipakai masuk hutan. Dengan jarak 35 kilometer.

Ada yang disasar di hutan Desa Argomulyo, Kecamatan Moilong itu, Rabu sore (5/8). Ya, pabrik minuman keras (miras) jenis cap tikus. Pabrik ini memang sengaja dibangun di tengah hutan—jauh dari pemukiman warga—agar terhindar dari bidikan polisi.

Namun itu tidak ampuh bagi anggota Polsek Toili yang dipimpin Iptu Candra. Mau disembunyikan di manapun akan dikejar dan basmi habis.

Di pabrik itu, polisi berhasil menyita 400 liter saguer. Bahan baku ini siap disuling atau dimasak. Uap dari sulingan itulah dinamankan cap tikus, yang bebas beredar di wilayah Kabupaten Banggai.

Pemiliknya diketahui berinisial JU (44) warga Desa Argomulyo. Dia digerebek di lokasi itu. Selain saguer, barang bukti lain yang dimusnahkan di tempat berupa alat-alat penyulingan seperti drum, pipa bambu dan selang plastik.

“Sebelum meninggalkan lokasi, pabrik itu dibakar. Agar tidak lagi memproduksi cap tikus,” ungkap Candra kepada awak media, Kamis (6/8).

Pemilik pabrik langsung digelandang ke Mapolsek Toili. Dia akan diproses hukum. Tindak pidana ringan atau tipiring.

Candra menegaskan, pihaknya akan memberantas miras di wilayah Toili dari hulu hingga hilir. Dia sedari betul bahwa miras tidak akan bersih tanpa diberantas dari hulu. Inilah yang membuat Candra bersama anggotanya masuk hutan. Mencari tempat produksi miras lalu dimusnahkan.

Selain hulu, upaya pemberantasan juga dilakukan di hilir. Dengan cara merazia rumah atau kios yang diduga menjual miras. Bahkan, para pelakunya diproses hukum agar ada efek jera.  (awi)