Masih Menunggu Hasil Swab PT PAU

ANANG OTOLUWA

SEJAUH mana kabar kluster Covid-19 di PT Panca Amara Utama? Perusahaan yang bergerak di industri petrokimia itu telah melakukan swab untuk kedua kalinya kepada ratusan karyawannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Dr. Anang S Otoluwa, MPPM, mengatakan, pihaknya memang berharap perusahaan tersebut melaporkan hasil pemeriksaan swab kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banggai. “Kemarin alasannya, mereka akan melakukan pemeriksaan swab dua kali. Untuk lebih meyakinkan ada yang terpapar atau tidak,” katanya.

Ia mengatakan, swab kedua kalinya sudah dilakukan, tapi belum ada hasil. “Swab kedua sudah dilakukan. Swab kedua dilakukan pada tanggal 5 Agustus lalu. Selain 205 karyawan yang sudah diswab pertama, pada Swab kedua bertambah.  Tambahannya dari karyawan lainnya yang belum diswab pada swab pertama. Itu untuk memastikan semuanya aman,” tuturnya.

Ia berharap, pada swab kedua tidak ada lagi karyawan Panca Amara Utama yang terpapar Covid-19. ”(sebelumnya) Banggai sudah mulai aman. Jadi, semoga tidak bertambah seperti kemarin,” tuturnya.

Ia mengatakan, data Covid–19 Kabupaten Banggai sudah terlanjur masuk dan dilaporkan kepada gugus tugas Provinsi Sulteng. Karena itu, Kabupaten Banggai masuk dalam zona merah. Padahal, kata dia, karyawan PT Panca Amara Utama yang terpapar Covid-19 itu tidak dirawat di Kabupaten Banggai, melainkan dirawat di luar daerah. Daerah asal meraka. Baik Jakarta maupun Bontang, Kalimantan Timur. “Semua (klaster PT PAU, Red) dirawat di luar daerah,” ujarnya.

Seperti diberitakan, seluruh pekerja PT Panca Amara Utama harus menjalani pemeriksaan dengan metode swab, Minggu (26/7). Pemeriksaan swab pertama itu dilakukan menyusul satu pekerja PT Panca Amara Utama (PAU) meninggal pada Kamis (23/7) lalu dan terkonfirmasi positif Covid-19.

Awalnya, tim gugus tugas hanya akan melakukan pemeriksaan rapid test atau tes cepat. Namun, manajemen PT PAU menghendaki dilakukan pemeriksaan swab secara massal. “Semua karyawan PT PAU di-swab hari ini. Selesai jam lima sore tadi,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam, Minggu (26/7/2020) malam.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banggai, membantah jika PT Panca Amara Utama menutupi kasus tersebut. Ia mengatakan, sejauh ini perusahaan masih melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai.

“Kami masih menunggu hasil swab kedua. Kami mendapatkan datanya. Tapi  hasil swab kedua itu memang kami belum dapat,” ujar Selasa (11/8/2020), sembari menyatakan optimistis penyebaran Covid-19 di perusahaan petrokimia itu akan terkendali. (ris)