Unismuh Luwuk Konsisten Terapkan Perkuliahan Daring

Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai berlakukan WFH mulai 10 Juli sampai 20 Juli 202. [Foto: Adhar Oli'i For SultimNews]

SultimNews, LUWUK-Proses perkuliahan semester ganjil telah dimulai. Beberapa waktu lalu. Prosesnya pun masih dalam jaringan (Daring). Karena masih pandemi Virus Korona atau Covid-19.

Perguruan tinggi di kota Luwuk, termasuk Universitas Muhammadiyah (Unismuh) menerapkan kebijakan ini. Perguruan tinggi yang dijuluki  Kampus Hijau, tetap konsiten dengan perkuliahan daring.

Rektor Unismuh, Sutrisno K Djawa mengatakan, dalam kondisi pandemi saat ini, pihaknya konsisten dan memaksimal kegiatan akademik yang berbasis daring.

Menurut Dia, Unismuh tidak akan mundur dengan sistem online. Karena ini bakal menjadi tantangan bagi perguruan tinggi.

“Kita konsisten dengan kegiatan akademik yang berbasis daring. Sampai situasi kembali normal,” tandas mantan Wakil Rektor II ini.

Apalagi sambung dosen Fakultas Ekonomi ini, sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), mereka memang ketat dalam menghadapi masa pandemi Covid-19. Sebab, bagi Muhammadiyah, kemanusiaan adalah di atas segala-galanya.

Kata dia, dari awal Muhammadiyah tidak sepakat dengan kebijakan pemerintah pusat. Yang dianggap setengah-setengah dalam menerapkan pembatasan sosial berskala bersar.

“Daerah yang awalnya masih status zona hijau berubah menjadi merah. Hal ini, karena pemerintah tidak ketat dalam menghadapi virus corona ini,” tandasnya.

Sementara itu, terkait dengan perkuliahan daring, Sutrisno K Djawa menambahkan, secara teknologi Unismuh sudah siap. Untuk menerapkan kegiatan akademik yang dianjurkan. Baik daring maupun luring. Maupun digabung.

“Dalam kondisi apapun kita siap,” kata Sutrisno.

Karena penerapan kegiatan secara daring sudah menjadi tuntutan zaman. Di era industri 4.0 seperti saat ini. Olehnya itu, pihak Unismuh harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Jika tidak pasti akan ketertinggalan.

“Dalam waktu dekat ini juga, saya akan luncurkan sistem informasi terpadu. Atau disingkat SISIRU,” jelasnya.

Dosen yang akrab dengan wartawan ini menerangkan, kesiapan Unismuh dalam menerapkan kegiatan akademik berbasis daring sudah teruji. Mulai dari perkuliahan, pelantikan rektor hingga kegiatan masa taaruf. Semuanya berbasis daring.

“Bahkan wisuda nanti pun, kalau dianjurkan daring, kita siap,” tandasnya.

Sutrisno menerangkan, semua kebijakan yang mereka laksanakan ini, semata-mata untuk mencegah penyebaran virus corona agar tidak timbulnya kluster baru.

“Unismuh mengikuti anjuran atau himbauan dari Pemda. Jangan sampai ada kluster baru,” pungkas dosen yang tengah menjalani S3 di UMI Makassar itu. (leb)