Wabah Mengintai, Untika Luwuk Lockdown

Untika Luwuk liburkan kampus hingga 22 Oktober 2020. [Foto: Istimewa]

SultimNews, LUWUK-Universitas Tompotika Luwuk meliburkan aktivitas kampus, menyusul penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Banggai yang kian meningkat.
Rektor Universitas Tompotika Luwuk mengeluarkan surat edaran Nomor 356/Untika /SE/X/2020 tertanggal 07 Oktober 2020.

Surat edaran itu sebagai respons terhadap Surat Edaran Bupati Banggai Nomor 800/1384/BPKSDM tentang protokol kesehatan, dan hasil keputusan rapat pimpinan universitas dan fakultas pada tanggal 06 Oktober 2020.
Untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, serta mengurangi risiko penularan yang dapat terjadi di lingkungan kampus, maka pihak Untika memutuskan beberapa hal penting.

Pertama, segala bentuk pelayanan administrasi akademik, administrasi umum dan keuangan bagi dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa di lingkungan Kampus Untika Luwuk, untuk sementara waktu diliburkan. Terhitung, mulai 8 oktober hingga 22 oktober.

Kedua, petugas pelayanan administrasi akademik (pengurusan kartu rencana studi, pembuatan jadwal dan lain-lain, serta pelayanan administrasi umum dan keuangan bagi dosen, tenaga kependidikan) dan mahasiswa, dapat melaksanakan tugasnya dari rumah (work from home) atau daring.

Ketiga, perkuliahan tetap dilaksanakan melalui sistem daring sesuai dengan kalender akademik.

Salah seorang dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Untika Luwuk, mengakui surat edaran rektor tersebut.

“Iya. Lockdown kampus mulai besok. Kami semua WFH, dan sistem perkuliahan secara daring,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Untika Luwuk, Musdar Amin, menyatakan, bahwa keputusan untuk meliburkan aktivitas di kampus telah disepakati bersama seluruh pimpinan universitas, dan pimpinan fakultas.
Kesepakatan untuk meliburkan aktivitas kampus, dimaksudkan untuk menghindari penularan Covid-19 yang sudah masuk transmisi lokal.

“Mahasiswa baru sekarang sedang registrasi, bisa secara daring. Kalau mendesak baru ke kampus. Tapi secara umum kampus diliburkan. Kami berikhtiar mencegah penularan dengan mengikuti anjuran pemerintah. Sebab, saat ini tren penyebaran Covid-19 di Sulteng maupun Banggai semakin naik. Jadinya selama dua minggu ke depan kerja dari rumah,” paparnya, saat dihubungi semalam. (ris)