Tolak UU Omnibus Law, Mahasiswa Minta Pernyataan Sikap Bupati Banggai

TOLAK OMNIBUS LAW: Aksi demonstrasi mahasiswa dan mahasiswa Kabupaten Banggai menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, di depan pintu gerbang kantor DPRD Banggai, Senin (12/10). [Foto: Andi Ardin]

SultimNews, LUWUK-Pernyataan sikap yang disampaikan ketua dan fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Banggai terkait penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, dan mosi tidak percaya terhadap DPR RI, belum cukup bagi massa aksi yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan masyarakat Kabupaten Banggai.

Dalam aksi demonstrasi yang dilaksanakan di depan pintu gerbang kantor DPRD Banggai, Senin (12/10) kemarin, massa aksi kembali meminta pernyataan sikap pemerintah daerah dalam hal ini bupati Banggai, untuk mengeluarkan rekomendasi menolak pemberlakuan UU Omnibus Law Cipta Kerja, yang disahkan oleh DPR RI 5 Oktober 2020 lalu.

Permintaan massa aksi tersebut, disampaikan langsung kepada Ketua DPRD Banggai, Suprapto N. Mereka meminta agar Ketua DPRD menghubungi langsung bupati Banggai untuk hadir di hadapan massa aksi dan menyampaikan penolakan terhadap undang-undang kontroversi tersebut. Namun Suprapto tidak dapat mengindahkan permintaan tersebut.

“Soal itu silahkan komunikasikan langsung dengan pimpinan daerah,” ucap Suprapto sembari meninggalkan massa aksi.

Sementara itu, melalui Kasat Pol PP Kabupaten Banggai, Suwitno Abusama yang mewakili pemerintah daerah, mencoba menghubungi bupati Banggai. Sayangnya, bupati yang tengah berada di luar daerah tidak dapat hadir dan memenuhi tuntutan massa aksi. Pun begitu dengan wakil bupati Banggai yang juga berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota.

Untuk meredam situasi yang mulai memanas, Kasat Pol PP lantas menghubungi Asisten I pemerintah daerah Kabupaten Banggai, Yudi Amisudin yang langsung berhadapan dengan massa aksi dan meminta agar perwakilan massa aksi untuk hadir dan menyampaikan aspirasinya di kantor Bupati Banggai, Selasa hari ini (13/10).

“Kita punya mekanisme. Nanti perwakilannya datang di kantor bupati. Kan hanya minta rekomendasi,” ujarnya.

Setelah mendengar pernyataan tersebut, massa aksi menyahuti dan meninggalkan lokasi aksi. (and)