Rektor Serahkan SK Penetapan Enam Dekan Unismuh Luwuk

Rektor Unismuh Luwuk, Sutrisno K Djawa, Para Wakil Rektor, Dekan yang baru menerima SK penetapan, BPH, serta dekan demisioner foto bersama, seusai penyerahan SK Dekan, Rabu (30/12). [Foto: Kaleb Sayo]

SultimNews, BANGGAI-Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Sutrisno K Djawa resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) rektor terkait penetapan enam dekan di lingkungan Kampus Hijau, periode 2020-2024.

Proses penyerahan SK yang dilakukan di Ruang Pasca Sarjana Unismuh, Rabu (30/12) itu, merupakan tindak lanjut dari pemilihan dekan yang sukses dilakukan beberapa hari lalu.

Dalam SK tersebut, Rektor Sutrisno menetapkan enam dekan. Pertama, Dri Sucipto sebagai Dekan Fakultas Hukum.  Ratmi Rosilawati sebagai Dekan Pertanian,  Anik Mufarrihah sebagai Dekan Fakultas Agama Islam. Kisman Karinda sebagai Dekan FISIP. Wahyudin Rahman sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Serta Jurtan  Latuba sebagai Dekan Fakultas Teknik. Namun, pada proses penyerahan kemarin, Jurtan berhalangan hadir.

Mengawali sambutannya, Rektor Unismuh Sutrisno K Djawa menyampaikan ucapan terimakasih kepada dekan periode sebelumnya, atas pengabdiannya selama empat tahun memimpin fakultas. “Selamat datang kepada dekan baru. Dan dekan yang kembali menjabat di periode kedua,” kata Sutrisno.

Ia berharap, semua dekan yang telah ditetapkan itu, mampu bersinergi dan berkolaborasi dengan pimpinan kampus. Sehingga bisa membawa Unismuh yang berkemajuan.

Olehnya itu, ketika menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai dekan, harus selaras dengan program universitas. Sebab, saat ini, Sutrisno telah memiliki kontrak kinerja. Dan telah ditandatanganinya sebagai rektor di hadapan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah. “Kontrak kerja yang saya sepakati akan menjadi pedoman dalam bekerja. Karena itu, saya kami berharap, dekan baru ini bisa berkolaborasi dan bersinergi,” jelasnya.

Apalagi saat ini, sambung Sutrisno, Perguruan Tinfggi telah di perhadapkan dengan era 4.0 dan ditambah dengan masa pandemi COVID-19. Kedua hal ini, telah merubah pola hidup manusia. Yang berdampak pada dunia pendidikan. “Kita harus mampu bertransformasi. Mampu berpikir keluar dari kebiasaan lama. Lakukan inovasi-inovasi,” tambahnya.

Selain itu, di era saat ini juga merupakan dunia kolaborasi. Bukan lagi ego sektoral. Semua harus bersinergi dan berkolaborasi. “Para dekan harus mampu berkolaborasi dan inovatif. Mampu bersinergi dengan unsur-unsur pimpinan universitas dan BPH. Sehingga kampus hijau bisa lebih berkemajuan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh, Sharaen Sibay mengatakan, perubahan kepemimpinan di fakultas merupakan hal biasa. Tidak bisa terhindarkan. Sehingga, sebagai pimpinan fakultas dengan masa jabatan empat tahun, harus memiliki target-target yang jelas untuk membawa fakultas dan kampus hijau berkemajuan.

Seperti, mempertahankan prestasi yang ada. Mampu transparansi dalam pengelolaan keuangan. Serta mampu memberdayakan mahasiswanya melalui Wakil Dekan III. “Saya berpesan, dalam menjalankan tugasnya, dekan tidak bisa jalan sendiri. Tapi harus bekerja secara tim untuk membawa Unismuh lebih baik lagi,” terangnya.

Diakhir sambutannya, Sharaen Sibay juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada dekan periode sebelumnya. Sebab, telah antusias dalam pengabdiannya. “Saya berharap, tetap bekerjasama dan jaga silaturahmi,” tutupnya. (leb)