DIKELUHKAN: Bupati dan Wakil Bupati terpilih, beserta Ketua dan angggota DPRD Banggai saat melakukan foto bersama seusai rapat paripurna, Senin (22/2). [Foto: Istimewa]

SultimNews, BANGGAI— Publik menyoroti rapat paripurna DPRD Banggai, Senin (22/2). Rapat terkait pengesahan pemberhentian bupati dan wakil bupati Banggai masa jabatan 2016-2021 serta pengumuman pengesahan pengangkatan pasangan calon bupati dan wakil bupati Banggai terpilih pada Pilkada 2020, itu, dinilai mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Itu terlihat dari foto bersama usai rapat yang dipimpin Ketua DPRD Banggai Suprapto Ngatimin, tersebut. Tidak ada satupun yang menggunakan masker, dan tidak menerapkan jaga jarak.

Di sisi lain, aparat gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan aparat pemerintah terus meningkatkan operasi yustisi di seluruh pelosok Kabupaten Banggai. Bahkan, masyarakat yang tidak menggunakan masker didata lalu diberi sanksi sosial berupa pungut sampah dan menyanyikan lagu kebangsaan.

Selain itu, untuk penekan penyebaran Covid-19, Bupati Banggai bahkan mengeluarkan surat edaran pada 25 Januari 2021 lalu. Beberapa pointnya adalah melarang seluruh kegiatan yang mengundang kerumunan, baik itu pesta pernikahan dan lainnya.

Dalam surat edaran itu juga diberlakukan pembatasan jam malam. Rumah makan, kafe, tempat karaoke dan lainnya hanya diizinkan dibuka hingga pukul 20.00 Wita.

Bagi yang melanggar aparat gabungan langsung bertindak dengan cara membubarkan paksa. Bila masih bandel lagi akan dicabut izin usahanya.

Ketua Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Banggai, Try Anugrah, turut menyesalkan ulah para pejabat tersebut. Menurut dia, mestinya mereka lah yang memberi contoh bukan sebaliknya.

“Penegakan aturan Covid-19itu jangan sampai tajam ke bawah, tumpul ke atas. Dalam surat edaran itu jelas, berlaku untuk semua,” tuturnya.

Bila klarifikasi Ketua DPRD Banggai hanya 50 orang dalam ruang paripurna, maka mestinya alasan yang sama juga bisa dilakukan oleh masyarakat yang menggelar acara. “Tapi faktanya kan tetap dibubarkan walaupun tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata dia.

Sementara itu, rapat paripurna yang dilaksanakan di ruang sidang utama kantor DPRD Banggai itu mendadak viral di media sosial.

Tidak hanya ucapan selamat atas terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati Banggai saja, tetapi juga kritikan terkait foto bersama karena mengabaikan protokol kesehatan.

Dalam foto tersebut tidak ada yang terlihat menjaga jarak, apalagi memakai masker. Sepertinya mereka tidak khawatir dengan ancaman Covid-19.

“Mereka sudah tidak percaya corona, atau cuma di pesta saja corona ada,” tulis Dedy Harnez Said di akun facebook-nya.

Senada dengan Dedy, pemilik akun Marcell Photograph yang diketahui berprofesi sebagai foto dan video wedding juga menyoroti foto bersama tersebut. Dia menyebutkan para pembuat aturan seakan takut menegur sejumlah pejabat yang melakukan foto bersama tanpa peduli dengan protokol kesehatan.

“Dimana keadilan, apakah aturan covid hanya berlaku kepada orang susah dan bodoh seperti kami,” ucapnya.

Pemilik akun Arif Mayumi juga menyindir kalau kebijakan tersebut mungkin saja hanya diketatkan pada pelaksanaan pesta, namun tidak di DPRD karena takut dengan pejabat.

“Ketika corona cuma ada di pesta pernikahan tempat kita mengais rejeki, dengan kebijakan tanpa kompromi, corona takut sama pejabat,” ungkapnya. (awi/gom)