Putra Putri Banggai Diunggulkan ke Kancah Nasional

WAKILI SULTENG: Putra-Putri Priwisata Nusantara Sulawesi Tengah 2021, Inggrid Vani Maengko dan Rey Laotong. [Foto: Dokumentasi Pribadi]

BANGGAI, SultimNews.info—Putra-putri Kabupaten Banggai kembali mengharumkan nama daerah. Tidak hanya di tingkat regional, tetapi hingga kancah nasional.

Mereka adalah Inggrid Vani Mengko,18 tahun. Dan Rey Laotong, 21 tahun. Keduanya terpilih mewakili Sulawesi Tengah untuk mengikuti audisi pemilihan Putra-Putri Pariwisata Nusantara tahun 2021. Ajang ini digelar oleh Yayasan El John.

Putra-Putri Pariwisata Nusantara Sulawesi Tengah ini tidak serta-merta dipilih. Mereka sebelumnya sudah berprestasi di ajang serupa, sehingga dipercaya mewakili Sulawesi Tengah di kancah nasional.

Inggrid Vani Maengko, meraih runner up pada ajang pemilihan Udu Igo Banggai Pariwisata pada 2019. Bahkan, alumni SMA Negeri 1 Toili ini dipercaya menjadi Pasukan Pengibar Bendara Pusaka (Paskibraka) Banggai, dan membawa baki saat upacara pengibaran bendera 17 Agustus 2018.

Sedangkan Rey Laotong, meraih juara 1 dalam ajang pemilihan Putra Banggai 2015, lalu runner up 1 pemilihan Putra Pariwisata Nusantara Sulteng 2018. Sama halnya dengan Inggrid Vani Maengko, Rey Laotong juga pernah terlibat sebagai Paskibraka Banggai 2015 sebagai pembentang bendera sore.

Keterlibatan mereka dalam ajang pemilihan Putra-Putri Pariwisata Nusantara 2019 ini karena kabupaten/kota di Sulawesi Tengah saat diusulkan tidak memenuhi syarat. Sehingga dari pihak penyelenggara menghubungi Kabupaten Banggai agar segera mengusulkan putra-putri terbaik.

“Banggai usulkan dan diterima sesuai kriteria. Banggai memang diunggulkan di saat kabupaten lain tidak memenuhi syarat,” kata Inggrid Vani Maengko kepada awak media saat sesi pemotretan di Gedung Nasional (Genas) Luwuk, Senin sore (1/3).

Saat ini, keduanya masih menjalani seleksi audisi nasional yang digelar secara virtual akibat pandemi Covid-19. Kata Rey Laotong, sudah empat kali materi yang diikuti, diantaranya materi networking, kepribadian, dan sharing season bersama miss tourism internasional. “Tapi lebih banyak soal kperibadian,” kata Rey.

Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi wawancara pertama oleh Yayasan El John selaku penyelenggara, yang digelar 5 Maret nanti. “Wawancara kedua tanggal 10 Maret dan tanggal 20 Maret grand final untuk menentukan siapa pemenang,” imbuh Inggrid.

Tidak hanya materi virtual, keduanya juga harus membuat konten pariwisata di Sulawesi Tengah seperti kampanye tourism, sosial media campaign dan tourism vlog. “Seminggu sekali harus ada. Misalnya saya kampanye saat peringatan hari sampah nasional,” tutur Inggrid.

Untuk tourism vlog, putri asal Desa Suka Maju 1, Kecamatan Batui Selatan itu, membuat konten vlog di Dusun Tombiombong, Maleo Jaya. Daerah ini dihuni oleh komunitas adat terpencil, sedangkan sosial media campaign, dibuat di tempat wisata sawit ceria di Toili Barat, kampanye protokol kesehatan di Pasar Gori-gori dan makanan tradisonal sinole.

Berbeda dengan Inggrid, Rey Laotong membuat tourism vlog suku Bajo di Desa Jaya Bakti, Kecamatan Pagimana dan di wisata permandian Salodik. “Kalau kampanye di suku Bajo Jaya Bakti juga. Di sana, saya kampanyekan protokol kesehatan Covid-19 bersama anak-anak dan orang tua,” kata Rey, putra Kelurahan Mangkio Baru tersebut.

Di sela-sela kesibukan mengikuti audisi Putra-Putri Pariwisata Nusantara 2021, mereka meminta doa dan dukungan masyarakat Kabupaten Banggai dan Sulawesi Tengah. Semoga keduanya memenangkan audisi bergengsi tersebut. (awi)