Dekan Faperik UMLB: Mari Kita Lindungi Penyu

DEKAN Faperik UMLB, Erwin Wuniarto saat memberikan edukasi kepada masyarakat agar melindungi Penyu, di PPI Pagimana, Rabu (10/3)/2021). [Foto: For SultimNews]

SultimNews, BANGGAI- Keberadaan Penyu harus menjadi perhatian masyarakat, khususnya nelayan di Kabupaten Banggai. Pasalnya, keberadaan Penyu mempunyai peran penting dalam keberlangsungan ekosistem di laut. Khususnya, daerah pesisir.

Dekan Fakultas Perikanan (Faperik) Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB), Erwin Wuniarto S.Pi.,M.Si menyatakan, semakin terjaganya Penyu maka ikan di laut akan semakin banyak. Sebab, bekas cangkang telur dalam sarang penyu di wilayah pesisir ini bisa menjadi nutrisi bagi tanaman vegetasi, sehingga akarnya dapat menahan pasir dari abrasi.

“Hal inilah yang menjadi alasan, mengapa masyarakat khususnya nelayan perlu bersama-sama untuk melindungi Penyu,” jelas Erwin Wuniarto saat memberikan edukasi kepada masyarakat dengan materi tentang Dampak Buruk Eksploitasi Penyu Bagi Ekosistem dan Manusia,PPI Pagimana, Rabu (10/3/2021).

Erwin Wuniarto menjelaskan, ketika eksploitasi Penyu terus berlanjut, maka ekosistem akan terganggu dan parahnya ikan akan semakin berkurang.

Selain itu, daging Penyu juga tidak baik untuk dikonsumsi manusia. Karena mengandung bakteri dan virus. Dan telur Penyu mengandung kolestrol yang sangat tinggi.

“Satu butir telur Penyu setara dengan 20 butir telur ayam kadungan kolestrol di dalamnya. Ini dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke,” jelasnya.

Karena itu, Ia berharap, masyarakat perlu bersama-sama menjaga habitat Penyu. Dan tidak membuang sampah ke laut dan tidak memburu. Serta, tidak makan daging penyu maupun telurnya.

“Mari kita lindungi Penyu,” katanya. (leb)