Dermaga Pangkalasean Belum Terlaksana 2021

Tasrik Djibran

BANGGAI, SultimNews.info- Pembangunan dermaga berikut fasilitas untuk kapal feri di Desa Pangkalasean, Kecamatan Balantak, belum terealisasi tahun 2021. Meski begitu, lahannya telah siap untuk dibebaskan oleh pemerintah Kabupaten Banggai.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai Tasrik Djibran menjelaskan, tahun 2019 dan 2020 sudah terdapat perencanaan dari Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat.

Pihaknya telah memaparkan potensi di Kecamatan Balantak agar armada feri bisa membuka layanan penyeberangan. “Sangat dimungkinkan karena tidak terdampak gelombang, di teluk,” katanya, Senin (22/3).

Dinas Perhubungan telah meninjau dan mengukur kecepatan arus laut hingga kedalaman laut. Hasilnya sangat berpotensi dermaga feri dibangun, karena kedalaman laut 10-11 meter. “Justru sangat luar biasa,” jelas dia.

Rencananya, tahun 2021 pembangunan akan dimulai, tetapi pemerintah pusat mensyaratkan agar lahan dibebaskan terlebih dahulu. Tim appraisal sedang menghitung harga yang akan dibayarkan kepada pemilik lahan, apabila telah rampung akan dilakukan pembebasan.

“Periode 2021 ini tertunda. Kalau hasil perhitungan appraisal sudah disetujui oleh pemerintah dan masyarakat, maka dimungkinkan 2022 bisa dibangun,” katanya.

Tasrik memaparkan, kapal feri nantinya akan melayani penyeberangan ke Gorontalo, lalu melewati Togean, Kabupaten Tojo Una-una. Ia meyakini ekonomi di kawasan Balantak akan berdenyut seiring beroperasinya penyeberangan di Balantak. “Potensi-potensi perikanan dan hasil bumi bisa dijual ke luar daerah, apalagi aksesnya langsung kapal feri,” katanya.

Selain itu, dermaga feri di Desa Pangkalasean dapat membantu pergerakan wisawatan dari Toegan ke Pulau Dua. Hal ini menurut Tasrik bisa mendorong pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meningkatkan ruas jalan di kawasan Kepala Burung. “Itu bisa mempercepat akses ke sana,” papar dia.

Soal akses jalan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai melansir dari Dinas PUPR setempat tahun 2019 jalan rusak berat di Kecamatan Balantak masih 5,60 kilometer, kemudian tahun 2020 masih tersisa 4,20 kilometer jalan dalam kondisi rusak berat dan 1,40 kilometer yang rusak.

Infrastruktur jalan yang belum seluruhnya baik, dinilai menyulitkan aksesibilitas. Padahal, selama ini untuk keluar daerah, masyarakat di wilayah itu mesti ke Luwuk atau Pagimana agar terhubung dengan pelabuhan, bandara, dan jalur darat ke sejumlah kota di Sulawesi Tengah. Karena itu, pembangunan dermaga feri di kawasan Balantak dinilai menghidupkan perekonomian di Balantak dan sekitarnya.

Tasrik mengakui, wilayah Kepala Burung salah satu perhatian Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai. Karena itu, Ia turut melobi agar Tol Laut membuka rute baru agar bisa melayani penyeberangan Bualemo-Gorontalo. “Sudah lama, sekitar 3-4 bulan,” katanya sambil menunjukkan foto armada Tol Laut.

Sebelumnya, Camat Bualemo Irfan Milang mengaku sudah menyurat langsung ke Dirjen Pehubungan Laut Kementerian Perhubungan RI. “Saya sudah menyurat untuk tol laut,” kata dia, Rabu (10/3) sore. (ali/awi)