Libatkan Perguruan Tinggi Teliti Sejarah Banggai

KERATON: Keraton Kerajaan Banggai di Kelurahan Lompio, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Senin (10/10/2021). Bupati Banggai Laut Sofyan Kaepa telah meneken kerja sama untuk penelitian sejarah Banggai dengan Universitas Gunadarma, Sabtu (20/3). [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]

BANGGAI LAUT, SultimNews.info- Bupati Sofyan Kaepa mengambil langkah maju di bidang sejarah. Melibatkan perguruan tinggi untuk melaksanakan penelitian.

Penelitian itu akan dilaksanakan Universitas Gunadarma. Ini setelah Bupati Banggai Laut itu berkunjung ke Universitas Gunadarma untuk penandatanganan nota kesepahaman perihal penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi di wilayah maritim itu, Sabtu (20/3).

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan oleh Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr. E.S. Margianti, SE. MM selaku pihak pertama dan Bupati Banggai Laut selaku pihak kedua.

Menurut Sofyan, penelitian dilakukan untuk menggali sejarah Banggai yang sebenarnya dengan bantuan peneliti dari universitas. “Banggai Laut merupakan daerah kerajaan. Kerajaan Banggai sebenarnya terdapat di Kabupaten Banggai Laut,” ujarnya.

Sebelumnya Bupati Sofyan telah menuturkan kerja sama ini untuk menentukan status budaya dan Kerajaan Banggai.

Setelah penandatangan nota kesepahaman itu, selanjutnya ada ahli Budaya di Kerajaan Banggai dan peneliti yang akan diberangkatkan ke Leiden University, Belanda. “Saya ingin mengembalikan itu,” tandasnya.

Dinukil dari tirto.id tahun 2016 lalu, Kepala Perpustakaan Nasional RI, Sri Sulasih, menyebutkan, 26 ribu manuskrip kuno tentang Indonesia ada di Universitas Leiden. Sementara Perpustakaan Nasional sendiri hanya mengoleksi 10,3 ribu manuskrip kuno. Tak sampai separuh dari yang dimiliki Perpustakaan Leiden.

Perpustakaan Leiden punya bagian yang menyimpan koleksi khusus tentang Asia Tenggara. Selain koleksi tentang Asia Tenggara, sebagai perpustakaan kampus juga memiliki perpustakaan yang mengoleksi tentang ilmu-ilmu sains, hukum, dan sosial.

Sebagai imperialis modern pasca renaissans, Belanda termasuk bangsa modern yang terbilang rapi dalam mengarsip lembaran-lembaran tertulisnya terkait Indonesia era kolonial. Bahkan tulisan dan benda-benda kuno Indonesia pun sampai ke sana.

Selain bidang sejarah, kerja sama ini agar terbangunanya komitmen peningkatan sumber daya manusia dan memberikan kesepakatan pihak dari Universitas Gunadarma untuk melakukan kegiatan tri dharma perguruan tinggi.

Bupati Sofyan menjelaskan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), khususnya masyarakat Banggai Laut. “Ini kesempatan kita mengirim putra putri Banggai Laut untuk melanjutkan studi di Universitas Gunadarma,” katanya.

Kesimpulannya, nota kesepahaman antara Bupati Banggai Laut dan Universitas Gunadarma meliputi bidang pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (tr-02)