Diduga Diperas, Kadus Desa Padang Nyaris Jual Tanah

Alimin Damang saat ditemui di rumah kebunnya di Desa Padang, Kecamatan Kintom, Selasa siang (30/3/2021). [Foto: Istimewa]

BANGGAI, SultimNews.info— Kepala Dusun (Kadus) II Desa Padang, Kecamatan Kintom, Alimin Damang, kaget saat mendengar permintaan uang ‘atur damai’ sebesar Rp30 juta dari oknum wartawan berinisial KA.

Alimin yang diduga diperas via telepon dari KA melalui ponsel Kades Padang Zulkifli B. Sahidah pada 17 Maret 2021 itu, terlintas ingin menjual lahan kebunnya di pegunungan Desa Padang.

Alimin dan istrinya tidak sanggup mengamini permintaan KA karena kehidupan ekonominya yang serba pas-pasan. “Saya mau dapat uang dari mana. Jangankan 30 juta, satu juta saja saya sulit. Makanya saya sempat berpikir ingin jual tanah,” kata Alimin didampingi sang istri saat ditemui awak media di kebunnya, Selasa siang (30/3/2021).

Selain menjadi Kadus, Alimin menyambung hidupnya hanya dengan bertani. “Di kebun ini saya tanam ubi, jagung, dan tanaman lainnya. Saya juga pelihara ayam supaya ada tambahan,” tuturnya.

Bila tidak ada urusan pemerintahan desa, Alimin bersama istri menghabiskan waktunya di kebun. Rumah kebun yang ditempati saban waktu jauh dari kata layak.

“Rumah saya juga ada di kampung, kondisinya sama dengan rumah kebun,” kata Alimin sembari menawarkan kopi hitam buatan sang istri.

Alimin yang hanya lulusan SD itu, sangat berharap kepada aparat penegak hukum agar memperoses tuntas kasus dugaan pemerasan oknum wartawan tersebut. “Supaya ada efek jera,” pungkasnya.

BACA JUGA:

Oknum Wartawan Seret Kejaksaan Banggai dalam Dugaan Kasus Pemerasan

Sebelumnya, dalam rekaman yang diterima redaksi SultimNews.info, terdengar jelas oknum wartawan berinisial KA diduga memeras Alimin sebesar Rp30 juta. Dalam rekaman berdurasi 7 menit 12 detik itu, KA meminta uang DP sebesar Rp10 juta, dan sisanya KA memberikan waktu selama sepekan.
Permintaan uang Rp30 juta itulah yang membuat Alimin nyaris menjual lahan kebunnya. (tim)