Sia-sia di Ruang Tunggu, Calon Penumpang Tol Laut Antre di Pelabuhan Pagimana

TIKET HABIS: Ratusan calon penumpang kapal tol laut KM Sabuk Nusantara 59 rute Pagimana - Gorontalo kecewa saat petugas mengumumkan tiket habis, Rabu (7/4) malam. [Foto: Anto Yasin/Luwuk Post]

SultimNews, BANGGAI-Ratusan calon penumpang kapal tol laut KM Sabuk Nusantara 59 rute Pagimana – Gorontalo kecewa, saat petugas mengumumkan tiket habis terjual, Rabu (7/4) malam.

Kiki Nusi, salah satu calon penumpang mengaku sudah mengantre sejak pukul 14.00 Wita di Pelabuhan Pagimana. Namun, petugas mengumumkan bahwa tiket sudah habis terjual. “Katanya mau ada tiket tambahan. Tapi sampai saat ini (pukul 19.00) belum ada juga,” keluh ibu muda ini.

Beberapa diantara penumpang terlihat menangis karena tidak berhasil mendapatkan tiket. Sementara, tiket tambahan yang disampaikan petugas, ternyata hanya dikhususkan bagi mahasiswa yang akan mengikuti ujian semester.

“Ada tambahan memang, tapi itu dikhususkan bagi mahasiswa yang akan mengikuti ujian besok. Selebihnya kami tidak bisa layani lagi,” terang Sofyan Alimin, salah satu petugas Pelabuhan Syahbandar Pagimana.

Sofyan mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan izin untuk tambahan penumpang lagi. Sebab, kapasitas kapal terbatas dan juga bermuatan barang. Ia menjelaskan bahwa kapal akan kembali lagi, tetapi untuk saat ini pelayanan tiket sudah ditutup.

Sofyan mengungkapkan membludaknya penumpang kapal tol laut karena kapal feri milik ASDP dengan rute yang sama tidak beroperasi, akibat naik docking. Selain itu, jelang mudik puasa penumpang kapal dengan rute Pagimana – Gorontalo memang ramai.

Masyarakat akhirnya menyerbu kapal tol laut. Bahkan, ada penumpang yang sudah dua hari menginap di ruang tunggu keberangkatan.  “Saat penjualan tiket dibuka sudah ada ratusan penumpang menunggu. Baru jam sembilan pagi, tiket sudah habis terjual,” tutupnya.

Tol laut menjadi pilihan utama setelah ASDP memberhentikan sementara layanan kapal feri rut Pagimana-Gorontalo. Sebab, masa pelayaran KMP Cendrawasih II telah berakhir per 1 April 2021. Penjabat sementara General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Persero Cabang Luwuk, Fahmi Alweni, menjelaskan, KMP Teluk Cendrawasih II telah berakhir masa operasinya dalam pelayanan pelayaran Pagimana ke Gorontalo. Kapal itu akan ke Sulawesi Tenggara.

Selanjutnya, kata dia, penyeberangan Pagimana-Gorontalo akan digantikan dengan armada yang didatangkan dari ASDP Cabang Ambon, yaitu KMP Dolosi yang kapasitasnya lebih besar dari KMP Teluk Cendrawasih II.

“KMP Moinit sementara masih menunggu masa docking, yang Insya Allah dalam beberapa hari ke depan sudah selesai dan segera melakukan pelayanan pelayaran di pelabuhan Pagimana-Gorontalo,” tutur Fahmi yang juga menjabat sebagai Senior General Manager Regional IV ASDP, Minggu (4/4). (anto)