Indah Fitriani Kembangkan Industri Rumah Tangga di Usia Muda

PRODUKSI SENDIRI: Indah Fitriani Abdulah memerlihatkan sejumlah produk yang diproduksinya secara mandiri. Sejumlah toko ritel telah menjajakan produks Indah. [Foto: Abdy Gunawan]

BANGGAI, SultimNews.Info– Indah Fitriyani Abdullah mengembangkan mengembangkan produk rumah tangga secara mandiri. Perempuan 23 tahun kini menguatkan pemasaran.

“Saya sebagai anak daerah ingin membuktikan bahwa industri kimia berbasis UMKM tidak hanya ada di Jawa saja, anak daerah pelosok sulawesi pun bisa. Semoga dengan Glenz bisa mengangkat nama Luwuk Banggai,” jelas Indah dalam sesi wawancara dengan Luwuk Post (23/4).

Sampai saat ini, wanita yang akrab disapa Indah itu telah membuat tujuh jenis produk di rumahnya yang berlokasi di Kelurahan Hanga-Hanga, yaitu sabun cuci piring, sabun cuci pakaian atau deterjen cair, sabun cuci tangan, pembersih lantai, karbol wangi, pewangi, pelicin setrika, dan parfum laundri.

“Adapun merek produk saya adalah Glenz yang berarti bersinar, lalu untuk modal usaha, saya pakai uang sendiri,” sambung Indah.

Dalam membuat produk, tentunya tidak bisa asal-asalan, harus sesuai dengan standar keamanan, baik keamanan pemakaian dan lingkungan, oleh karena itu, diperlukan ilmu formal, “Saya sendiri menempuh pendidikan di jurusan teknik kimia, di mana saya diajarkan memformulasikan bahan sesuai dengan standar,” tambah alumni Universitas Surabaya itu.

Usaha rumah tangga miliknya menghasilkan produk yang baik dan premium dengan harga yang lebih murah, agar dapat membantu keluarga untuk mendapatkan barang bagus secara lebih terjangkau, sehingga uang sisa bisa digunakan untuk keperluan penting lainnya.

“Kapasitas produksi kita biasanya sekitar 1.500 liter ya perhari, maksimal 3 jenis produk,” imbuh dia.

Saat ini, usaha yang dimulainya sejak 2019, telah mempekerjakan 4 orang, 2 orang produksi, dan 2 orang bertindak sebagai sales merangkap kurir. Untuk marketing strategy sendiri, masih di-handle olehnya.

Kesulitan dalam proses produksi adalah ketika mencari formulasi yang tepat, karena ada banyak hal yang harus diperhitungkan seperti tingkat pH dari sabun, viskositas, dan kemampuan sabun untuk berbusa. Sedangkan untuk limbah pembuatan sabun dan parfum laundry sendiri, dapat dibilang tidak ada.

Ia menuturkan bahwa Glenz sejauh ini sudah diterima di Golden Hill Luwuk, All Swalayan Simpong, Arco Swalayan, Toko Victoria, dan Yudi Jaya kompleks pasar sentral Bunta, serta seluruh Alfamidi Kabupaten Banggai.

“Tahap lobi pertama tentunya agak susah karena produk saya masih baru, tapi dengan pendekatan dan penjelasan mengenai produk dan izin legalitas yang sudah resmi, pelan-pelan sudah bisa masuk di toko-toko.  Sama halnya dengan konsumen, karena kami UMKM baru, banyak orang yang menganggap sebelah mata, belum mencoba sudah bilang tidak. Tapi perlahan, dari mulut ke mulut orang yang sudah coba, banyak pelanggan baru yang melakukan pembelian kembali dan sekarang menjadi pelanggan setia,” ujar Indah.

Glenz sendiri sudah berizin resmi dari Dinas Kesehatan sehingga dapat dipastikan bahwa produk kami sudah lulus uji dan aman digunakan. (tr-05)