Dari Banggai Untuk Palestina

Salah satu anggota ACT, Diah Fahri Sahada, sedang menjelaskan tentang ACT dan juga kondisi Palestina di Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Hanga-hanga Permai, Kecamatan Luwuk Selatan. [Foto: Istimewa]

SultimNews, LUWUK– Organisasi Kemanusiaan Global, Aksi Cepat Tanggap (ACT) cabang Luwuk Banggai, mengadakan penggalangan dana untuk korban kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina pada Jumat (7/5) bertempat di Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Hanga-Hanga Permai, Kecamatan Luwuk Selatan.

“Sebelumnya kami telah melakukan penggalangan dana di Masjid Rahmat Tanjung Tuwis, Masjid Nurul Khairat Hanga-Hanga Permai, Masjid Nurul Iman Pancasila Kompo, Masjid Al-Hikmah Soho dan Masjid Al-Huda Maahas dengan total dana yang terkumpul sebesar Rp. 22.341.000,” ujar salah satu anggota ACT, Diah Fahri Sahada.

Ia juga menambahkan, dana yang terkumpul akan mereka belikan kebutuhan pokok dan untuk pembangunan tempat tinggal, kemudian akan disalurkan melalui kantor cabang ACT di Gaza, Palestina.

“Untuk saat ini, ACT sedang dalam proses membangun 2 gedung rumah susun di lahan hibah milik pemerintah Palestina,” imbuh pria yang akrab disapa Vakum itu.

Perihal teknis penggalangan dana, vakum menjelaskan,  yang pertama dilakukan tim ACT adalah mempersiapkan kotak donasi yang nantinya akan dijalankan ke tiap jamaah yang hadir sebelum pelaksaan sholat tarawih, sembari perwakilan ACT menjelaskan terkait apa itu ACT serta program-programnya. Setelah sholat, uang yang terkumpul langsung dihitung bersama Takmir Masjid dan total uang akan disampaikan pada saat tarawih malam berikutnya.

Berdasarkan informasi terbaru yang diterima ATC terkait kondisi di Palestina, terjadi penembakan yang dilakukan Polisi Israel terhadap jamaah yang hendak itikaf di masjid Al Aqsa, setelah sebelumnya mereka mengganggu dan membubarkan jamaah di malam-malam terakhir Ramadhan..

Dalam 213 halaman laporan penyelidikan  Human Right Watch denga judul Batas yang Dilampaui: Otoritas Israel dan Kejahatan Apartheid serta Persekusi, disebutkan bahwa tindakan yang dilakukan pemerintah Israel terhadap warga Palestina telah memenuhi tiga unsur utama kejahatan kemanusian yaitu, niat untuk mempertahankan dominasi yang dilakukan satu kelompok ras terhadap kelompok ras lain, konteks penindasan sistematis oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang terpinggirkan, dan tindakan tidak manusiawi.

“Yang dihadapi Palestina saat ini adalah salah satu bencana kemanusiaan terbesar di zaman modern, maka sudah seharusnya kita sebagai sesama manusia ikut turun tangan membantu saudara kita yang ada disana,” tutup Vakum. (tr-05)