PP GMKI Mengutuk Keras Aksi Pembunuhan Empat Warga Desa Kalimago

Ketua Umum GMKI, Jefri Gultom.

Jakarta, SultimNews – Pengurus Pusat (PP) GMKI mengutuk keras aksi pembunuhan keji terhadap empat orang warga desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (11/5/2021).

Ketua Umum PP GMKI, Jefri Gultom menduga kuat, aksi pembunuhan keji dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Pimpinan Ali Kalora.

“Kami turut berduka atas peristiwa ini. Aksi pembunuhan ini merupakan tindakan tidak manusiawi dan segera harus ditumpas TNI Polri,” ujar Jefri melalui rilis yang diterima SultimNews.info, Kamis (13/5/2021).

PP GMKi menilai operasi pemburuan kelompok MIT mulai dari tahun 2015 sampai sekarang belum menumpas habis kelompok MIT.

Mulai dari Operasi Camar Maleo, Operasi Tinombala hingga Operasi Madago Raya tahun 2021 korban warga sipil terus berjatuhan, keamanan warga terganggu bahkan aktifitas warga sebagai petani ikut terganggu.

“Dampak yang ditimbulkan bukan hanya keamanan melainkan perekonomian masyarakat,” terang Jefri Gultom.

PP GMKI menyampaikan kinerja satgas operasi tidak sebanding dengan anggaran negara yang dikucurkan karena tidak mampu menghentikan konsolidasi dan eksistensi Kelompok teroris MIT di Sulawesi Tengah.

Oleh karena itu, PP GMKI mempertanyakan ribuan personel TNI-Polri yang sudah diturunkan memburu kelompok MIT yang berjumlah tidak sampai 30 org, namun tidak pernah berhasil menumpas kelompok MIT. PP GMKI meminta Panglima TNI dan Kapolri mengevaluasi kinerja satgas operasi Madago Raya.

Aksi pembunuhan telah berulang – ulang terjadi di Sulawesi Tengah. Pada tahun 2020, terjadi aksi pembunuhan yang menewaskan satu keluarga di Desa Lembontonga di Sigi, Sulawesi Tengah yang dilakukan oleh kelompok teroris MIT. PP GMKI menilai masyarakat takut serta telah terprovokasi.

Oleh karena itu, PP GMKI meminta pemerintah segera bertindak cepat dalam menumpas kelompok teroris MIT.

“Panglima TNI dan Kapolri segera menurunkan pasukan terbaik TNI dan Polri dalam menumpas kelompok MIT,” tutup Jefri Gultom. (rdaksi)