Perolehan Data SDGs Desa Bongganan Capai 70 Persen

Data SDGs Desa Bongganan : Pokja Relawan Pendata SDGs Desa Bongganan, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) melakukan pengiriman sebagian data SDGs ke Server kemendes, Rabu (19/5). [Foto : Rifan/SultimNews]

SALAKAN, SultimNews- Progres pengumpulan data SDGs Desa Tim Kelompok Kerja (Pokja) Relawan Desa Bongganan, Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) telah mencapai lebih 70 Persen, sejak dimulai pada pertengahan Bulan April lalu.

Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di tingkat desa, diketahui merupakan bentuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berbasis data. Dalam proses pengumpulan data, semua sumber daya desa, tanpa terkecuali, harus tercatat dalam data SDGs.

Kepala Desa Bongganan, Masno Nyaman menyebut, 30 orang anggota Pokja Relawan Desa telah melakukan pendataan sejak pertengahan April lalu. Keseluruhan anggota pokja dibagi dalam enam wilayah Rukun Tetangga, dan 12 Rukun Warga.

Memasuki minggu kedua Bulan Mei, lebih dari 65 persen data telah berhasil dikumpulkan. Sebagian hasil pendataan telah dikirim ke Server kemendes, melalui aplikasi “Pendataan SDGs Desa”.

“Sebagian data yang diperoleh Pokja Relawan Desa telah dikirim ke server kementrian desa melalui aplikasi android yang dikuasakan ke tim pokja bagian penginputan,” kata Masno, di kantornya, Rabu (19/5).

Untuk memperoleh data valid, diakui Masno, Pokja Relawan Desanya dihadapkan dengan sejumlah kendala diantaranya, warga yang didata sedang tidak berada di rumah, warga masih ada yang tertutup saat ditanyakan hal-hal tertentu, dan lain sebagainya.

Kendala yang tak kalah penting, menurut Masno, adalah keterbatasan waktu sebagian besar anggota Pokja. Sebab selain harus bertanggung jawab dengan urusan desa, mereka juga harus mencuri waktu untuk menafkahi keluarga. Akibatnya, proses pendataan sedikit terlambat.

“Ya, Kan tidak mungkin mereka harus mengabiskan waktu menyelesaikan urusan desa, sementara anak istri mereka di rumah tidak ternafkahi. Gaji juga kan belum cair. Ini jujur jadi beban saya sebagai pimpinan,” ucapnya.

Meski demikian, Masno menilai, Pokja Relawan tetap konsisten melaksanakan tugas. Terbukti dari beberapa tugas yang telah diselesaikan, dari urusan pendataan BPJS, Pemutakhiran DTKS, sampai SDGs.

Sementara itu, Andi Idrus Maddatu, Sekdes setempat mengatakan, dirinya sedikit ragu pendataan SDGs akan selesai sebelum batas waktu yang ditentukan.

“Saya kurang yakin kalau data SDGs Desa Bongganan akan selesai tanggal 31 Mei. Karena waktu mulainya juga sudah agak lambat, sementara masih ada hampir 30 persen lebih yang belum terdata,”.

Namun demikian, sebagai Ketua Pokja, dirinya akan berupaya semaksimal mungkin agar data SDGs bisa dituntaskan sebelum tanggal 31 Mei. Olehnya itu ia berharap kepada seluruh anggotanya untuk tetap semangat mensukseskan program SDGs ini, karena ini sangat penting untuk desa kedepannya. (Rif)