Ajang Pemilihan Tatu  Udu Atu Igo Kembali Ditunda

Alvian Q. Ahmad

LUWUK,SultimNews-Pelaksanaan ajang tahunan pemilihan Tatu Udu Atu Igo Kabupaten Banggai untuk tahun 2021 ditunda setelah sebelumnya tidak diselenggarakan di tahun 2020.

“Anggaran 2020 fokus untuk bantuan pelaku usaha pariwisata yg terdampak covid-19 dan sesuai anjuran pemerintah, kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang dilarang untuk diselenggarakan. Untuk tahun 2021 juga masih dengan alasan yg sama,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia Pariwisata, Alfian Q. Ahmad, S.S mewakili Kepala Dinas Pariwisata Banggai, Drs. Paiman Karto, MM.

Ia juga menjelaskan perihal esensi dari kegiatan Pemilihan Tatu  Udu Atu Igo itu sendiri, dimana kegiatan tersebut adalah wadah kreativitas bagi milenial Kabupaten Banggai agar dapat mengembangkan potensi diri, menambah pengalaman,  pendidikan terkait attitude, pengetahuan kepariwisataan, potensi daerah, public speaking , serta menjadi ruang untuk menorehkan prestasi sebagai duta daerah demi nama baik Banggai.

Kegiatan itu awalnya bernama Pemilihan Putri Banggai, dan dilaksanakan pertama kali tahun 1993, tetapi belum secara berpasangan. Pada saat itu dinobatkan Aldila Reppy sebagai putri banggai tahun 1993. Tahun 1994 Putri Banggai diraih Lilis Kosasih, setelah itu kegiatan vakum dan dilaksanakan kembali di tahun 1998, dimana gelar Putri Banggai dimenangkan oleh Jessica Gienardi.

Penobatan dilaksanakan di Keraton Banggai ketika wilayah Balut dan Bangkep masih merupakan bagian dari wilayah kabupaten banggai. Tahun 2001, pemilihan dilaksanakan kembali tetapi sudah secara berpasangan. Pemenangnya Stevy Gienardi dan Billy Nataniel.

“Sejak tahun 2018 event tersebut berganti nama menjadi Pemilihan Tatu Udu Atu Igo Banggai supaya lebih bernuansa kearifan lokal. Tatu dan Udu adalah nama kesayangan laki laki dan perempuan suku Saluan, sementara Atu dan Igo merupakan nama kesayangan laki laki dan perempuan suku Balantak. Saluan dan Balantak adalah dua etnis besar yang ada di kabupaten Banggai,” imbuh alumni Universitas Hasanudin itu.

Tiap tahun Dispar Banggai mengembangkan teknis pelaksanaan kegiatan menjadi lebih berkualitas dan inovatif, mengacu pada pelaksanaan pageant skala Nasional. Mulai dari tahun 2018 para finalis menjalani tahapan karantina di Hotel, dengan mendatangkan pemateri dan juri dari Yayasan Pageant L. John Indonesia.

“Di tahun 2021, kami akan mengikuti beberapa ajang pageant di jenjang Nasional mewakili Sulawesi tengah dimana pesertanya adalah para pemenang Pemilihan Tatu  Udu Atu Igo Banggai. Kabar baiknya, tahun ini Dispar mengusulkan kembali anggaran Pemilihan Tatu  Udu Atu Igo Banggai, sehingga tahun depan bisa dilaksanakan,” tutup dia. (tr-05)