Guru dan Pekerja Seni Ramaikan Museum Daerah

Praktek mementaskan drama pada saat materi seni pertunjukan oleh Suparman Tampuyak. [Foto: Abdy Gunawan/Luwuk Post]

LUWUK, SultimNews– Guru kesenian dan pegiat seni se-Kabupaten Banggai berkumpul di Museum Daerah, Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk (31/5) untuk belajar dan saling berbagi pengetahuan mengenai seni pertunjukan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda “Sosialisasi Dan Belajar Bersama Di Museum”, yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Banggai sejak tanggal 27 dan akan berlangsung hingga 4 Juni mendatang.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Banggai, Yusriani A Jangoh, SS, MM, seni pertunjukan menjadi bagian dari materi yang disampaikan pada kegiatan belajar tersebut dikarenakan seni pertunjukan merupakan salah satu dari objek pemajuan kebudayaan.

Adapun Objek Pemajuan Kebudayaan sesuai UU No.5 Tahun 2017, yaitu tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional.

“Diharapkan bapak ibu guru yang hadir dapat memfollow up 10 Objek Pemajuan Kebudayaan ke anak didik sehingga mereka lebih mengenal dan ikut melestarikan kebudayaan di Kabupaten Banggai,” imbuh perempuan yang akrab disapa Kak Yus situ.

Pemateri pada kegiatan kala itu adalah Suparman Tampuyak, S.Pd, seorang budayawan dan pegiat seni yang malang melintang dalam pengembangan kesenian dan pemeliharaan kebudayaan di Banggai.

Menurut beliau, teater membuka ruang bagi siapapun yang memiliki keterampilan dalam menggarap satu pertunjukan teater secara utuh. Misalnya anak-anak jurusan busana bisa membantu teater dalam urusan tata busana, yang menggiati make-up bisa berpartisipasi dalam urusan tata rias, dan adik-adik ahli kelistrikan bisa turut andil dalam urusan penataan cahaya.

“Teater memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan kepribadian dan keterampilan generasi muda. Disitu kita belajar mengenai tenggang rasa, menghormati orang lain, memposisikan diri sesuai kondisi dan situasi yang dihadapi serta berkomunikasi dengan baik,” Ujar Pembina UKM seni Lab Art Polabotan itu.

Ia menambahkan, dalam teater atau seni pertunjukan juga kita dapat mengetahui mengenai cerita-cerita atau kisah-kisah di masa lampau yang terjadi di Kabupaten banggai. Dari situ, ada pesan moral yang bisa menjadi hikmah bagi pelakon maupun penonton yang menikmati.

Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan praktek membuat pertunjukan teater sederhana. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing dimentori oleh pegiat teater yang hadir saat itu, seperti Maryati YS. Tapo, Aji Suriansah, Ikbal Maulana Aziz dan Abdy Gunawan.

Selanjutnya, peserta yang mayoritasnya merupakan guru seni budaya, melakonkan peran yang hanya disiapkan dalam waktu kurang lebih 15 menit. Baik penonton dan pemain terlihat sangat antusias.

“Semoga bukan hanya bapak dan ibu saja yang bertambah ilmunya dari sini. Diharapkan kegiatan berteater yang kalian lakukan dapat diterapkan pula pada anak didik,” tutup Kak Yus. (Tr-05)