PA Luwuk dan FAKUM Untika-UMLB Teken MoU

Ketua Kapolres Banggai AKBP Satria Adrie Vibrianto SIK, MH, Ketua Pengadilan Agama Luwuk Mustafa, Dekan Fakum Untika Luwuk, Dr Andi Munafri, Wakil Dekan III UMLB Firmansyah Fality dan mitra MoU PA foto bersama usai kegiatan, di Hotel Estrella Luwuk, Senin (14/6). [Foto: Kaleb Sayo]

LUWUK, SultimNews– Pengadilan Agama (PA) Luwuk melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahamanan dan Memorandum Of Understanding (MOU) di Ball Room Hotel Estrella, Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Senin (14/6).

Salah satu lembaga yang menjadi mitra PA adalah Fakultas Hukum (Fakum) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk dan Fakum Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB).

Dekan Fakum Untika Luwuk, Dr Andi Munafri S.H M.H mengatakan, MoU yang tercipta ini merupakan kegiatan PA Luwuk. Pihaknya merasa bersyukur karena dipercayakan untuk menjadi mitra PA. Melalui MoU tersebut, dinilainya sangat membantu dan memberikan kemudahan kepada civitas akademika Fakum Untika untuk masuk sebagai kegiatan riset. “Ini juga dapat membantu mahasiswa dalam kegiatan pendidikan dan kemahiran hukum,” katanya saat ditemui usai kegiatan.

Doktor jebolan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menyebutkan, MoU tersebut bisa saling menguntungkan antara kedua belah pihak, yakni PA Luwuk dan Fakum Untika. “Pada prinsinsipnya, kita berikan apresiasi yang begitu besar kepada PA. Ini sangat membantu bagi kami secara akademik,” tandasnya.

Dr Andi menambahkan, MoU yang dilaksanakan ini akan diimplementasikan dengan memberikan konsultasi hukum kepada masyarakat yang mencari keadilan di PA. Sebab, saat ini, Fakum Untika telah memiliki Lembaga Penelitian Konsultasi dan Bantuan Hukum (LPKBH).

“Misalnya ada masyarakat yang ingin meminta bantuan hukum secara cuma-cuma kita akan layani. Karena wadahnya sudah ada di Pos Bantuan Hukum PA. Ini saling keterkaitan, antara masyarakat, PA dan Fakum,” katanya.

Dengan begitu, Fakum Untika telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat khususnya fakum. Tak hanya itu, MoU ini juga bisa diketahui oleh civitas akademika, sehingga kedepan dapat meningkatkan kegiatan-kegiatan akademik dan riset khususnya asistensi peradilan agama. “Kedepan kami berharap dari PA dapat memberikan akses informasi kepada kami dari akademisi dari segi pengembangan. Kami juga berharap agar SDM yang dimiliki PA bisa menjadi dosen di Fakum Untika,” tandasnya.

Wakil Dekan III, Fakum UMLB menambahkan, MoU yang dibangun ini akan menunjang tridarma perguruan tinggu untuk mencapat tujuan pemerintah, dengan merdeka belajar. Agar mahasiswa mendapatkan 20 SKS di luar bangku perkuliahan.

“Kerja sama ini juga akan membawa mahasiswa mahir dalam praktek dalam beracara di pengadilan agama jika mereka lulus nanti,” tandasnya.

Sementara itu, Humas PA Luwuk,  Humas PA Luwuk, Akhyruddin menyatakan, perguruan tinggi yang menjadi salah satu mitra dalam kegiatan MoU ini akan diwujudkan melalui pembukaan ruang bagi mahasiswa agar bisa melakukan persidangan semu, yang akan difasilitasi langsung oleh PA Luwuk.

“Kita akan fasilitasi, melalui pembimbingan dan praktik peradilan. Sebab selama ini kita belum melakukan pelayan seperti ini,” tandasnya.

Sementara itu, perguruan tinggi khususnya Fakum Untika dan Fakum UMLB akan menjadi penilai terkait layanan di PA. Hal tersebut dilakukan perguruan tinggi melalui survei-survei. Karena saat ini PA tengah berjuang di dalam membangun zona integritas. “Kedepan juga SDM yang dimiliki PA akan menjadi tenaga dosen di kampus. Yang disesuakan dengan situasi dan kondisi,” bebernya. (leb)