Pameran Seni Rupa Sketchood Warnai FSB

Anggota Sketchood dan karya-karya mereka. [Foto: Istimewa]

SultimNews, LUWUK– Puluhan goresan gambar penuh ragam motif dan warna terpampang indah di Kedai Dg. Mangge Premium, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Luwuk pada saat pelaksanaan acara tahunan Festival Sastra Bangga (FSB) ke-5 yang berlangsung selama tiga hari (27-29/6).

Pameran seni rupa lukisan dan gambar itu digelar oleh kumpulan perupa Banggai yang tergabung dalam Komunitas Sketchood dengan beraneka konsep dan gaya yang memanjakan mata para pengunjung yang hadir, mulai dari sketsa scribble, kolase dan lukisan abstrak.

Menurut Koordinator Pameran tersebut, Rinaldy Mada’a, alasan mereka berpartisipasi dalam penyelenggaraan FSB, selain untuk mendukung kegiatan yang berbau seni, karena sama halnya seni rupa, sastra merupakan pula suatu bentuk kesenian, keterlibatan mereka juga bertujuan mempererat tali silaturahmi dan membangun relasi dengan organisasi-organisasi dan komunitas-komunitas yang ada di Kabupaten Banggai.

“Kami senang karena pengunjung cukup apresiatif dengan datang dan melihat langsung karya kawan-kawan Sketchood, hal itu juga terlihat dari terjadinya interaksi langsung antara pengunjung dan seniman yang ingin mencari tahu proses awal pengerjaan karya-karya yang dipamerkan,” sambung pria yang akrab disapa Aldi itu.

Seperti yang disebutkan Aldi sebelumnya, masing-masing perupa berkesempatan berbagi proses kreatif mereka ke pengunjung yang antusias menikmati, memaknai dan mempelajari karya-karya para seniman Sketchood.

Salah seorang perupa, Alil Suling menerangkan, karyanya terilhami puisi Wiji Thukul yang judulnya “Bunga dan Tembok”, dimana puisi tersebut masih relevan dengan kondisi Indonesia hari ini terkait kebijakan yang terlihat tidak pro rakyat kecil, dan berharap pemerintah tidak alergi dengan kritik termasuk yang sempat dilontarkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) dengan menyebut Presiden sebagai “Raja pembual”. Alil membuatnya dengan teknik kolase dan Copy Paste (gunting dan tempel) menggunakan media berupa plat besi dari barang bekas.

Perupa lainnya, Moh. Rizki Malotes menerangkan, karyanya yang berjudul “Senyuman Tua” terinspirasi dari kisah seorang sahabat yang menceritakan senyuman nenek tua kepada seorang anaknya. Pesan kepada para penikmat adalah, sayangilah mereka yg masih ada karna kelak kita akan merindukan senyuman itu ketika kita menjelang tua nanti. Karyanya dibuat dengan cara melukis di kain blacu ( kanvas ) dan memakai kuas dan cat .

“Seni rupa memiliki lima fungsi, yaitu seremonial, ekspresi artistik, naratif, fungsional, dan persuasif. Karya seni rupa merupakan bentuk ekspresi yang dirasakan si perupa dan berdampak pada si penikmatnya,” ujar Aldi.

Perihal pendanaan, ia menambahkan, untuk anggaran bahan, mereka lebih banyak mendanai pameran mereka secara mandiri, kemudian sedikit dana bantuan dari panitia.

Terakhir, Aldi mewakili Anggota Sketchood yang lain berterima kasih kepada penyelenggara FSB yang telah mengajak Sketchood berkolaborasi dalam kegiatan tersebut dan tidak lupa pula apresiasi deberikan kepada Kedai Dg. Mangge yang mau memberi dan berbagi ruang memamerkan karya-karya Sketchood.

“Kami akan melakukan perbaikan untuk proses berkarya selanjutnya guna memperbaiki hal-hal seperti manajemen karya serta perbaikan dalam bentuk kerjasama yang lebih professional,” sambung dia.

Direktur FSB, Ama Achmad menuturkan setiap tahun FSB selalu ingin menawarkan kebaruan. Salah satunya mengajak para perupa untuk bergabung di festival. Sebuah alasan lain adalah bahwa seni rupa merupakan salah satu komponen yang sangat menarik disandingkan dengan sastra; bagaimana lukisan memberi sudut pandang baru pada sebuah karya, mengingat belakangan ini semakin banyak penulis menyandingkan karyanya dengan ilustrasi/lukisan/gambar dll. Serta tentunya memberi pengalaman baru menikmati festival sastra.

“Komunitas Scketchood juga komunitas yang menyenangkan. Keberadaan mereka sebagai komunitas seni rupa memberi warna lain, terutama kehadirannya di ruang-ruang kreatif di Banggai,” tutup Ama (abd)