Gelar Pekan Pelayanan Publik, Pegawai Stasiun KIPM Luwuk Banggai Gunakan Pakaian Adat Babasal

Stasiun KIPM Launcing Pekan Pelayanan Publik, Kamis (1/7/2021) kemarin. [Foto: Istimewa]

SultimNews, LUWUK– Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Luwuk Banggai resmi melaunching pekan pelayanan publik secara internal, Kamis (1/7).

Selain itu, Stasiun KIPM Luwuk Banggai juga mengikuti launching Pekan Pelayanan Publik secara nasional, yang dilaksanakan secara virtual.

Kepala Stasiun KIPM Luwuk Banggai, Darwis, S.Pi, M.P mengatakan, kegiatan yang akan dilakukan selama satu minggu kedepan, merupakan agenda yang dilaksanakan setiap tahun.

Hal tersebut, kata Darwis memang telah menjadi standar dalam melakukan kegiatan kepada pelaku usaha dan mitra Stasiun KIPM. Pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik, sesuai dengan regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. “Menjadi agenda kita, bahwa setiap tahun akan ada kegiatan seperti ini. Tujuannya, kita ingin berbuat kepada pengguna jasa, sehingga mereka bisa nyaman,” jelasnya kepada awak media saat ditemui kemarin.

Darwis menjelaskan, pekan pelayanan publik dilakukan tidak lepas dari kepentingan semua masyarakat khususnya Stasiun KIPM yang ada di Banggai ini. “Ini wajib dilakukan oleh seluruh Stasiun KIPM yang ada di Indonesia. Setelah seminggu kedepan, pihaknya akan melaporkan kegiatan ini. Ini akan diperlombakan dan dinilai oleh BKIPM ” jelasnya.

Tak hanya itu, Darwis menambahkan, saat ini juga pihaknya telah berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada mitra atau pengguna jasa. Inovasi ini dilakukan, untuk mempermudah para mitra Stasiun KIPM Luwuk. “Inovasi kita melahirkan Sistem Informasi bernama SICAPUNGAN yaitu Sistem karantina ikan dan mutu yang  cepat, tepat, tanggap dan mudah,” tandasnya.

Dengan aplikasi ini, kedepannya proses pengurusan segala sesuatu di Stasiun KIPM bisa dilakukan secara dalam jaringan (daring) atau online. Tidak perlu datang lagi ke kantor yang terletak di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan itu. “Ini juga mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran virus korona. Para mitra bisa melakukan pengurusan tanpa ke kantor. Cukup melalui Smartphone,” bebernya.

Foto bersama

 

Sementara itu, Pelaksana Koordinasi Tata Pelayanan Leo Ramagusta, S.St.Pi menambahkan, Pekan Layanan Publik ini memang dipilih satu pekan dalam setiap tahunnya. Dan yang menjadi pembeda hari-hari sebelumnya, bahwa selain pemenuhan peryaratan standar-standar yang sudah ditetapkan oleh regulasi, pihaknya juga menggunakan unsur tematik agar lebih mendekatkan dengan pihak stakeholder. Dalam hal ini penggunaan pakaian adat terutama adat lokal, yakni baju adat Banggai Balantak Saluan (Babasal). “Dengan kegiatan ini kita bisa mengangkat budaya lokal,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan souvenir-suvenir kepada stakeholder. Hal tersebut diharapkan bisa memberikan nilai tambah dalam kedekatan antara pihak stakeholder dan petugas yang hari-hari biasanya terlihat resmi dengan pakaian dinas.

“Dalam pekan ini juga, kita menggunakan pakaian adat dan pemberian suvernir cenderamata terhadap pengguna jasa,” bebernya.

Tak hanya itu, melalui pekan pelayanan publik ini, pihaknya juga memberikan beberapa reward kepada pengguna jasa selaku mitra. Ada beberapa indikator, pertama penilaian dari stakeholder. “Kita mengirim kuisoner. Stakeholder menilai petugas pelayanan kita, nama-nama petugas kita,” tandasnya.

Kemudian, penilaian teman sejawad, dan penilaian dari atasan langsung. Serta penilaian dari tim yang sudah di SK-kan dari pimpinan. “Kita juga memberikan reward kepada pengguna jasa dengan tingkat kepatuhan yang dalam kacamata kami sangat baik. Taat terhadap regulasi yang ada,” tutupnya. (leb)