Mahasiswa KKN GNRM UMLB Tuntaskan Delapan Proker

Sekretaris Posko KKN GNRM UMLB, Cindy Claudia Kadoena

SultimNews, LUWUK– Sebanyak 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) yang di tempatkan di Desa Tangkian Kecamatan Kintom, terus mengenjot penerapan program kerja (Proker) yang diagendakan.

Proses pengimplementasian proker KKN GNRM tersebut, telah dimulai sejak 6 Agustus lalu. Selama tiga minggu ini, program yang sudah dituntaskan berjumlah delapan kegiatan.

Sekretaris Posko KKN GNRM UMLB, Cindy Claudia Kadoena merinci kedelapan proker tersebut. Pada tahap awal, program dimulai dengan kegiatan membangkitkan kebiasaan masyarakat hidup bersih melalui gerakan Pinasa setiap hari Jumat.

Lalu, dilanjutkan dengan kegiatan pengadaan tempat sampah dan pembuatan stiker ajakan buang sampah, sosialisasi pelatihan manajemen pengelolaan bumdes dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Kemudian, sosialisasi tertib lalu lintas, dan sosialisasi sadar pajak.

Setelah itu, para mahasiswa dan mahasiswi fakultas pertanian ini, melanjutkan dengan kegiatan menggalakan budaya gotong royong antar masyarakat maupun dengan pemerintah, sosialisasi dan menanamkan kesadaran tentang patuh protokol kesehatan dalam masa pandemi, dan pelatihan pembuatan media tanam Cocopeat.

“Untuk sejumlah kegiatan sosialisasi ini, kita menghadirkan pemateri dari luar,” jelas mahasiswi program studi Agrobisnis itu, Rabu (25/8).

 

IMPLEMENTASI PROGRAM: Para mahasiswa KKN GNRM UMLB saat mengimplentasikan program kerja di Desa Tangkian, Kecamatan Kintom, belum lama ini. [Foto: Istimewa]

Gadis berkulit putih ini menjelaskan, setelah menyukseskan delapan program ini, pihaknya akan kembali melaksanakan kegiatan lanjutan dari KKN GNRM, Kamis (26/8) hari ini, dengan agenda sosialisasi tertib keamanan lingkungan dan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni.

Mahasiswi yang memiliki hobi bermain bulutangkis ini menambahkan, dengan sukseskan delapan program KKN GNRM itu, berarti pihaknya tinggal menyelesaikan sepuluh proker, yang ditargetkan tuntas sebelum penarikan dari lokasi. “Kita terus bekerja. Dan pastinya, program yang diagendakan akan selesai sebelum penarikan,” pungkas gadis asal Morowali Utara ini.

Sekadar diketahui, Kegiatan KKN GNRM diagendakan selama satu bulan penuh. Ada lima pilar yang siap diimplementasikan mahasiswa selama di lapangan. Lima pilar itu adalah, Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Idonesia Bersih, Gerakan Indonesia Mandiri dan Gerakan Indonesia Bersatu.

Pertama gerakan Indonesia Melayani adalah gerakan untuk meningkatkan perilaku pelayanan publik berintegritas. Lalu, Gerakan Indonesia Tertib adalah gerakan untuk mewujudkan perilaku hidup tertib terutama di ruang publik mengacu kepada asas ketertiban umum.

Kemudian, pilar ketiga Gerakan Indonesia Bersih adalah gerakan untuk mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat baik jasmani dan rohani pada semua simpul perubahan. Pilar keempat, Gerakan Indonesia Mandiri adalah gerakan untuk mewujudkan perilaku kreatif, inovatif dan beretos kerja tinggi agar dapat mewujudkan kemandirian di bidang pangan, energi, dan teknlogi dalam menghadapi persaingan regional dan global.

Terakhir, Gerakan Indonesia Bersatu adalah gerakan untuk mewujudkan perilaku saling menghargai dan gotong royong untuk memperkuat jati diri dan karakter bangsa. (leb)