STT Star’s LUB Luwuk Mewisuda 30 Lulusan S1

KUKUHKAN: Ketua STT Star’S LUB, Dr Purnama Pasande M.Th saat mengukuhkan salah seorang wisudawati, di Hotel Santika Luwuk, Jumat (24/9). [Foto: Istimewa]

SultimNews, LUWUK– Sekolah Tinggi Teologi (STT) Star’S LUB Luwuk Banggai terus menjaga komitmennya dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya dibidang guru Pendidikan Agama Kristen dan kependetaan.

Komitmen ini diwujudnya melalui kegiatan wisuda program Sarjana Srata Satu (S1), yang dilaksanakan di Hotel Santika Luwuk, Jumat (24/9). Dalam wisuda angkatan ke-X ini, STT Star’S LUB berhasil mewisuda 30 sarjana baru. Puluhan wisudawan dan wisudawati ini, berasal dari program studi (Prodi) Pendidikan Agama Kristen (S.Pd) dan Teologi (S.Th).

Ketua STT Star’S LUB, Dr Purnama Pasande M.Th mengatakan, hadirnya kegiatan wisuda ini, menjadi suka cita yang luar biasa dirasakan dan dialami civitas akademika STT Star’s LUB. Melalui wisuda itu, civitas akademika bisa melihat dan terus menikmati kebesaran Tuhan dalam pertolongan-Nya.

“Kita mensyukuri kegiatan wisuda ini, yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-XIV. Syukur ini, tak henti-hentinya kita naikan kepada-Nya. Karena memang kebersyukuran dalam kehidupan adalah kehidupan yang paling dalam dari dalam. Yang paling luas dari luas dan yang paling tinggi dari tinggi,” kata Dr Purnama mengawali sambutannya.

Dr Purnama menyebutkan, dalam acara dies natalis dan wisuda ini, pihaknya mengangkat tema “Pelayanan yang aktif, Kreatif, Inovatif dan Produktif” dan sub tema “Dibutuhkan pelayanan yang aktif, kreatif, inovatif, dan produktif dalam menyikapi pandemi dan menyambut Era Society 5.0”.

Dr Purnama menambahkan, setelah diwisuda, para sarjana baru ini sejatinya, menjadi hamba Tuhan atau pelayan. Pelayan itu adalah pembimbing, pelayan itu adalah pengajar, pelayan itu adalah penggerak, pelayan itu adalah pemimpin, pelayan itu adalah pemberi atau sumber inspirasi dan pelayan itu adalah pemberi solusi.

“Hal-hal yang perlu disikapi, dilakukan, dan dimiliki agar pelayanan menjadi maksimal adalah harus aktif, harus kreatif, harus inovatif, dan harus produktif,” tandasnya.

Para wisudawan dan wisudawati harus aktif dalam melayani (siap dan sigap), kreatif dalam melayani (tidak kaku dan tidak monoton). Lalu, inovatif dalam pelayanan (ide dan cara baru bisa dihasilkan dan diterapkan untuk menjawab kebutuhan pelayanan), dan pada akhirnya pelayanan yang telah dilakukan hasilnya maksimal, inilah yang disebut produktif.

“Selamat kepada puluhan wisudawan dan wisudawati itu. Ia mengajak para sarjana itu, untuk terus berkarya. Selalu bersyukur, selalu semangat, dan selalu ceria. Kemuliaan bagi Tuhan kita di dalam Yesus Kristus,” tutupnya.

Sekadar diketahui, acara wisuda dan perayaan dies natalis yang menerapkan prokes Covid-19 ini, turut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Banggai, yang diwakili oleh Kabag Pemerintahan Drs. Yunus Kurapa, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Ronald Gulla, ST. Lalu, Kasie Bimas Kristen Kementerian Agama R.I Kabupaten Banggai, Pdt. Jerry Moningka, S.PAK, M.Pd.

Sementara untuk orasi ilmiah dibawakan oleh Waket IV- Bidang Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Junni Yokiman, S.Th., M.Pd.K. Dalam hal ini mewakili Pdt. Dr. Matehus Mangentang, M.Th sebagai Dewan Kehormatan Pendidikan Arastamar Indonesia yang tidak bisa hadir oleh karena bersamaan dengan jadwal pelayanan lainnya. (*/leb)