FKIP Untika Luwuk Cetak 75 Sarjana Baru

Foto bersama usai kegiatan yudisium FKIP Untika di Hotel Swiss Bellin Luwuk, Jumat (22/10). [Foto: Istimewa]

SultimNews, LUWUK– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk terus menjaga komitmen dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Terbukti tahun ini sebanyak 75 mahasiswa resmi dikukuhkan menjadi sarjana baru dengan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd). 73 mahasiswa di dikukuhkan melalui yudisium di Hotel Swiss Bellin Luwuk, Jumat (22/10). Sementara dua orang mahasiswa diyudisium terlebih dahulu.

Dosen FKIP, Edy Wibowo menyatakan, puluhan sarjana baru ini berasal dari tiga program studi, pertama Bimbingan Konseling 14 orang, PPKn 21 orang dan prodi matematika 40 orang. “Total mahasiswa FKIP yang akan diwisuda tahun ini mencapai 75 orang,” jelasnya, Jumat (22/10).

Selain melaksanakan yudisium, FKIP Untika juga memberikan penghargaan kepada Sukriyanto J Laminda atas prestasi tingkat nasional. Sementara untuk IPK tertinggi prodi Pendidikan Matematika diraih oleh Sukriyanto J Laminda dengan nilai 3.93. Prodi BK Fidia A Mambuhu dengan IPK 3.67. Dan Prodi PPKn berhasil raih oleh Elsalin Omporundu dengan IPK 3.68.

Dekan FKIP Untika Dr Suhartini Salingkat menambahkan, kegiatan yudisium mahasiswa merupakan pengukuhan mahasiswa  yang telah menyelesaikan proses perkuliahan dan  berhak menyandang gelar kesarjanaan (S.Pd). “Yudisium merupakan kegiatan akademik yang wajib dilalukan terhadap mahasiswa yang telah selesai  dalam proses perkuliahan,” jelasnya.

Keberhasilan dan kesuksesan para alumni tentunya atas  peran para dosen yang telah mentransfer ilmu dan membimbing serta memotivasi selama proses perkuliahan. “Selaku dekan, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua dosen dan tenaga kependidikan di lingkup FKIP Untika Luwuk,” katanya.

Ia berpesan, kepada alumni untuk selalu menjaga almamater FKIP Untika. Janganlah melupakan jasa orang tua dan guru serta dosen. Dan terakhir, jadilah orang yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi orang banyak.  “Saya berharap, para alumni kami harus menjadila pendidik pintar yang tidak sombong. Jadilah pendidik cerdas yang tidak culas. Jadi pendidik Pintar dan terampil yang jujur,” bebernya. (leb)