Penderita Stunting Menurun Menjadi 29 Persen

BAHAS STUNTING: Wabup Banggai Furqanuddin Masulili dalam kegiatan Evaluasi MMS yang dilaksanakan di Hotel Santika Luwuk, Selasa (14/12). [Foto: Istimewa]

LUWUK-Upaya Pemerintah Kabupaten Banggai dalam menurutnkan penderita Stunting, membuahkan hasil
Sesuai data, sejak program Stunting diluncurkan pada tahun 2014, saat ini tinggal 29 persen. “Persentasi yang
stunting dulunya 35 persen, nah sekarnag ini kurang lebih 29, beratrti selama 7 tahun sudah ada kemajuan,” tutur
Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili dalam kegiatan Evaluasi Multi Micronutrient Supplementation (MMS)
yang dilaksanakan di Hotel Santika Luwuk, Selasa (14/12).
Wabup mengaku, program Stunting tetap akan menjadi perhatian utama dari Pemda Banggai, karena telah menjadi
salah satu visi dan misi mereka. “Kita ingin bangun sumberdaya manusia yang bekualitas, produktif dan sejahtera,
tentuntnya harus sehat jasmi dan rohani, otaknya juga harus cerdas,” terangnya.
Tak sekedar memberi dukungan saja, Wabup mengaku, Pemda Banggai juga telah merancang Perda terkait Stunting,
agar betul-betul diseriusi. Agar nantinya Sumberdaya Manusia (SDM) kedepan jadi makin baik lagi. “Oleh karenanya
ini harus digalakan, jangan bosan-bosan,” pintanya.
Seharusnya menurut Wabub, penderita Stunting tidak terjadi di Kabupaten Banggai, karena melihat potensi kekayaan
yang dimiliki, salah satunya lautan yang luas, yang didalamnya terdapat protein hewani yang cukup. “Nabati
apalagi, kurang pemilihan dan pengetahuan aagar masyarat mengkonsumsi yang baik dan benar,” pungkasnya. (gom)