Wacana Kenaikan Harga BBM, Gas dan TDL Dikeluhkan Masyarakat, Dianggap sebuah Penyiksaan Bagi Rakyat Miskin

SUPIR ANGKOT, mewakili elemen masyarakat menolak atas wacana kenaikan BBM, Gas dan Listrik, Minggu (17/4), [Foto : Aswar Poibara/ Harian Luwuk Post]

LUWUK, LUWUK POST– Wacana kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok seperti BBM, Gas dan Listrik, kini menuai berbagai tanggapan dari elemen masyarakat.

Pasalnya, kebijakan tersebut, dinilai sangat menambah beban dalam kondisi seperti ini.
Sebagaimana yang diungkapkan salah seorang sopir angkot bernama Luli, kepada awak media ini, ia mengatakan, jika kemudian pemerintah telah merealisasikan hal tersebut, maka tentu sangatlah menambah beban rakyat semakin susah, khususnya kenaikan pada BBM.

Dirinya menilai, hal ini dapat merubah hasil pendapatan ekonomi sehari-hari. Mestinya, pemerintah lebih berpikir kembali untuk tidak menaikan sejumlah bahan pokok tersebut apa lagi secara bersamaan.

“Mba mo humpak Aiya na penumpang, toa mae dikase nae semua, artinya tidak mo badapat panumpang, nanti lihat kalo dikase nae semua apa-apa,” ujar Luli dengan bahasa daerah saluan, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulteng, Minggu (17/4) kemarin malam.

Hal senada juga disahuti rekan sesama profesi angkot, Ris yang menanggapinya, bahwa kenaikan tersebut sah-sah saja, namun janganlah dinaikan secara bersamaan.

“Kalau naik semua, imbasnya pun kami rasakan, karna mencari penumpang saja tentu harus menyesuaikan dengan kebutuhan pokok yang naik,”keluhnya.

Rosna, salah seorang pemilik warung maka- nan, menjelaskan, mendegar wacana tersebut juga turut merasa kesal, pasalnya, dengan harga saat ini saja, para pembeli masih berpindah tempat.

Apalagi, kemudian imbasnya pun kami rasa- kan, karna mencari pen- umpang saja tentu harus menyesuaikan dengan kebutuhan pokok yang naik,”keluhnya.

Rosna, salah seorang pemilik warung makanan, menjelaskan, mendegar wacana tersebut juga turut merasa kesal, sebab dengan harga saat ini saja, para pembeli masih berpindah tempat.

Apalagi, kemudian nantinya semua kebu- tuhan bahan pokok kini mengalami kenaikan. “Kalau dikase nae begini bikin tambah susah kami sebagai masyarakat kalangan bawah,” tandasnya, Sabtu (16/4)

Dengan berbagai tanggapan tersebut, pemerintah diharapakan, untuk tidak menaikan sejumlah kebutuhan pokok yang ada, sebab jika tidak tentu hal ini akan berdampak sangat besar. (tr-10)