Akademisi Respon Wacana Kenaikan Harga Sejumlah Bahan Pokok, BBM dan TDL : Beri Saran Tingkatkan Pengawasan Ketimbang Menaikan Harga

Suhardi Zakaria [Foto : Aswar Poibara/Harian Luwuk Post]

LUWUK, LUWUK POST – Rencana kenaikan harga pada sejumlah bahan pokok, BBM dan Tarif Dasar Listrik dinilai oleh sebagian masyarakat sangat membebani rakyat.

Sebagaimana penjelasan dari salah satu tokoh kalangan akademisi, Suhardi Zakaria.
Kepada pewarta pada Rabu (20/4) ia mengungkapkan, bahwa jika kenaikan sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti BBM, Gas dan TDL terjadi dalam kurun waktu hampir bersamaan itu, tentunya sangat berpengaruh besar (membebani,red) perekonomian masyarakat.

Dekan Fakultas Ekonomi pada Universitas Tompotika (Untika) Luwuk ini lebih menyarankan kepada pemerintah untuk meningkatkan pengawasan ketimbang menaikan harga terhadap sejumlah kebutuhan pokok, BBM dan TDL.

Mengenai pengawasan, Suhardi mencontohkan, seperti pengawasan terhadap penggunaan Gas Lpg bersubsidi bagi masyarakat kalangan bawah saat ini.

Dimana, penyaluran terhadap gas bersubsidi itu kini dianggap tidaklah tepat sasaran. Pasalnya, pengaturan dalam penggunaan barang bersubsidi tidaklah sesuai aturan lagi.

“Akibatnya orang yang membutuhkan seperti rakyat miskin kini dimbil haknya oleh yang bukan pengguna Gas bersubsi seperti yang telah diatur sesuai prosedur yang ada,” terangnya.

Tak hanya itu, pengawasan terhadap BBM pun harus ditingkatkan, sebab, selama ini penyaluran serta pelayanan terhadap konsumsi BBM lebih banyak ke pengantri jerigen.

“Sehingganya dinilai tidak tepat sasaran. Olehnya itu pengawasan ini harus lebih ditingkatkan, baik itu dari instansi terkait hingga aparat hukum,” pungkasnya.

Selain itu, lanjut Suhardi, pemerintah juga patut untuk memperhatikan tingkat pendapatan ekonomi masyarakat saat ini.

“Sebab jika kenaikan kebutuhan bahan pokok tidak diimbangi dengan pendapatan maka tentunya sangat berpengaruh besar,” jelasnya. (*/tr-10)