KENALI GEJALA DAN TANDA KANKER NASOFARING

Dr. Niluh Dewi Ratnasari

Hari kanker sedunia 2023 merupakan hari penting yang diperingati pada 4 Februari 2023, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pendidikan, dan tindakan atas kanker diseluruh dunia. Kanker merupakan masalah dalam bidang kesehatan yang serius tidak hanya di negara maju namun juga negara berkembang. Kanker adalah sebuah penyakit ditandai oleh tumbuhnya sel jaringan tubuh tidak normal yang dapat membelah diri secara terus menerus dengan cepat dan tidak terkendali. Dalam perkembangannya, sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Kanker nasofaring merupakan salah satu keganasan di bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok yang banyak ditemui dengan angka kematian yang masih relatif tinggi. Dalam istilah medis disebut dengan kanker nasofaring atau lebih dikenal sebagai kanker kepala dan leher. Kanker nasofaring merupakan keganasan pada saluran pernapasan bagian atas di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Kanker nasofaring merupakan salah satu jenis kanker yang mempunyai karakter agresif, pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dari sel-sel kanker. Penyebab kanker nasofaring sangat kompleks dan multifaktorial. Terdapat tiga faktor penyebab utama meliputi infeksi Epstein Barr Virus (EBV), genetik, dan lingkungan. Pada jenis kelamin didapatkan laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan merokok, alkoholisme, konsumsi makanan yang dibakar, dan makanan yang diawetkan dengan cara diasinkan.

Gejala dan tanda klinis yang sering ditemukan pada kanker nasofaring dapat dikelompokkan menjadi empat kategori :1. Gejala telinga: dapat terjadi nyeri telinga, keluar cairan telinga, berdenging, dan gangguan pendengaran. 2. Gejala hidung: mimisan, dan terjadi sumbatan hidung terus menerus.  3. Gejala saraf: gejala ini berhubungan dengan keterlibatan saraf yang menghubungkan otak dengan organ tubuh lain. Kejadian keterlibatan saraf pada kanker nasofaring sekitar 20%, dan adanya gejala benjolan yang tidak nyeri di leher terjadi sekitar lebih dari 50% kasus penderita datang dengan keluhan benjolan di leher. 4.Gejala lain dapat berupa gejala umum adanya keganasan seperti penurunan berat badan dan tidak ada nafsu makan. Gejala dini kanker nasofaring sering tidak spesifik dan luput dari perhatian, penderita sebagian besar datang ketika sudah ada benjolan di leher dan umumnya stadium lanjut serta memiliki penyebaran penyakit dengan lokasi tersering  ke tulang, paru-paru, hati dan organ lain.

Pencegahan kanker nasofaring yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat seperti hindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, kurangi konsumsi makanan olahan dan yang dilakukan pengasinan karena mengandung senyawa nitrosamin yang dapat menjadi pemicu tumbuhnya sel kanker, serta lakukan deteksi dini jika bergejala atau dapat juga melakukan medical check-up secara rutin untuk menjaga serta mendeteksi masalah kesehatan sedini mungkin.

Biografi :

Nama Lengkap: Dr. Niluh Dewi Ratnasari

Nama Panggilan: Dr. Dewi.

Bekerja: Puskesmas Kampung Baru

Buka Praktek: Mandiri di Jalur dua Samping Pura.