Tekan Resiko Stunting, DP2KB P3A Gandeng TP PKK Banggai Salurkan BKB Kit Stunting

Ketua TP PKK Banggai, Hj Syamsuarni saat menyerahkan bantuan BKB Kit Stunting di Desa Bubung, Jumat (1/9/2023). [DKISP BANGGAI]

LUWUK, SULTIMNEWS — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banggai terus berupaya menekan risiko stunting. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggandeng Tim Penggerak PKK Banggai dalam kegiatan penyuluhan dan edukasi serta menyalurkan bantuan BKB Kit Stunting kepada kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di Desa Bubung dan Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Jumat (1/9/2023).

Adapun bantuan BKB kit stunting yang diserahkan yakni berupa alat bantu tumbuh kembang anak seperti kalender pengasuhan 1.000 HPK, alat permainan edukatif, dan media penyuluhan bagi orang tua.

Plt D2KBP3A, Hj Nurdjalal mengatakan, untuk menekan risiko stunting, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah mengampanyekan pentingnya pemberian protein hewani kepada anak utamanya anak usia di bawah 2 tahun. Selain ikan, kata Nurdjalal, orang tua juga dapat memberikan asupan protein berupa telur ayam kepada anak.

“Disarankan mengonsumsi telur ayam setiap hari minimal 1 butir, dengan tetap berkonsultasi dengan dokter yang ada di posyandu,” ujar Nurdjalal saat menyerahkan bantuan BKB Kit Stunting kepada kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Mawar Desa Bubung, di Posyandu Desa Bubung.

Nurdjalal melaporkan bahwa masih terdapat 18 anak berisiko stunting di Desa Bubung. Untuk itu, ia berharap TP PKK yang ada di desa/kelurahan berperan aktif memantau perkembangan anak dan ibu hamil, terutama dalam pemberian asupan gizi di keluarga.

Ketua TP PKK Banggai Syamsuarni Amirudin pada kesempatan itu mendorong para ibu agar rutin membawa anak ke posyandu. Dengan begitu, tumbuh kembang anak dapat terus terpantau. Begitu pula dengan ibu hamil.

“Kegiatan yang dilaksanakan di posyandu ini dalam rangka untuk memonitoring perkembangan anak. Jangan sampai ada yang terdeteksi berisiko stunting,” ujar Syamsuarni.

Syamsuarni juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan secara tepat, bukan dialihkan pada hal-hal yang tidak sesuai peruntukannya.

Selain di Desa Bubung, kegiatan serupa juga diberikan kepada kelompok BKB Nanda, Kelurahan Maahas.(*)