Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Membutuhkan Kerjasama Multi Sektor

Bupati Banggai, Ir H. Amirudin MM., AIFO membuka secara resmi giat Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2023, Selasa (26/9/2023). [DKISP BANGGAI]

LUWUK, LUWUK POST – Dalam rangka Konvergensi Aksi Percepatan Penurunan Stunting, Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM., AIFO membuka secara resmi giat Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Tahun 2023, bertempat di Ruang Pahangkabotan Bappedalitbang Kabupaten Banggai, Selasa (26/9/2023).

Mengawali sambutannya, Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM., AIFO menyampaikan apresiasi kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Percepatan Penurunan Stunting merupakan upaya yang mencakup Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif dan berkualitas melalui kerjasama multisektoral di Pusat, Daerah dan Desa.
“Untuk itu demi mencapai hasil yang optimal tentunya dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk percepatan penurunan stunting,” tutur Bupati Banggai.
Lanjut, Bupati Amirudin mengharapkan seluruh komponen untuk dapat bersama-sama bekerja dan melakukan yang terbaik, sehingga dapat menurunkan angka stunting di daerah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di daerah Kabupaten Banggai.
Menurut Bupati Banggai, Pencapaian target pembangunan kesehatan melalui upaya percepatan penurunan stunting merupakan salah satu Intervensi utama dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
“Berdasarkan PERPRES 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dalam rangka mencapai target RPJMN Tahun 2024, diharapkan Prevalensi Stunting menjadi 14 persen dengan fokus penanganan melalui Intervensi Spesifik dan Sensitif yang berfokus pada sasaran Calon Pengantin, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Ibu Nifas dan Balita, sehingganya faktor pemenuhan kebutuhan asupan gizi pada semua sasaran menjadi faktor penting dalam penanganan stunting,” tegas Bupati Amirudin.
Bupati Amirudin menjelaskan bahwa BAPPENAS telah menetapkan Delapan aksi Intervensi Pencegahan Stunting Terintegritas, yakni, pertama, Analisis situasi program penurunan Stunting, selanjutnya berturut-turut, Penyusunan rencana kegiatan, Rembuk stunting, Peraturan Bupati/Walikota tentang peran desa, Pembinaan kader pembangunan manusia, Sistem manajemen data stunting, Pengukuran dan publikasi data stunting, serta, Review kinerja tahunan.
“Olehnya itu rencana kegiatan Intervensi Gizi Penurunan Stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dilaksanakan pada tahun berjalan dan untuk dimuat dalam RKPD/RENJA OPD tahun berikutnya,” tekannya.

Sebelum menutup sambutannya, Bupati Amirudin mengingatkan, agar kiranya gerakan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Banggai melalui program dan kegiatan yang dilakukan antar OPD, dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dan tentunya di dukung partisipasi masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan Penandatanganan Komitmen dan Kesepakatan rencana kegiatan. Kemudian pemaparan materi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Banggai terkait Pola Intervensi Stunting di Desa Bunga, Kepala Bappedalitbang Ramli Tongko, S.Sos., ST., M.Si tentang 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai dr. I Wayan Suartika,ME dengan materi Intervensi Spesifik Stunting dan Hasil e–PPGBM di Kabupaten Banggai Tahun 2023. Serta Kepala Dinas P2KB-P3A Hj. Nurdjalal, SH terkait Intervensi Keluarga Beresiko Stunting.
Turut hadiri Wakil Bupati Banggai, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Ketua DPRD Kabupaten Banggai, Para Staf Ahli dan Staf Khusus Bupati, Para Asisten Setda Kabupaten Banggai, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banggai, Forkopimda, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Banggai, Camat, Pimpinan BUMN dan BUMD serta para undangan lainnya. (*)