Demi Akses Internet, Pelajar di Bangkurung Tempuh 3 Km Mendaki Gunung

Sejumlah pelajar di Kecamatan Bangkurung di dampingi guru terpaksa harus menempuh 3 kilometer berjalan kaki ke Tengah Hutan untuk mendapatkan akses internet. [foto : Istimewa]

BANGGAI, SULTIMNEWS — Perkembangan teknologi dan informasi semakin pesat dan tak bisa di bendung kecepatannya, namun sayang, perkembangan teknologi khususnya jaringan seluler dan internet tak dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat Kecamatan Bangkurung Kabupaten Banggai Laut.

Walau saat ini jaringan seluler dan internet telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat yang hidup di era ini. Utilitasnya yang semakin meluas, internet bukan hanya untuk kepentingan komunikasi dan hiburan semata, kini menyasar ke aspek yang lebih penting seperti pendidikan, perdagangan, dan berbagai lainnya.

Akibat sulitnya mendapatkan akses jaringan seluler dan internet, penduduk desa di Kecamatan Bangkurung harus dengan susah paya menempuh ratusan meter menuju ke atas bukit dan gunung untuk mendapat sinyal yang hanya ada dititik-titik ketinggian tertentu saja.

Minimnya akses jaringan internet rupanya berpengaruh pada peningkatkan mutu pendidikan pada sekolah-sekolah yang ada di kecamatan Bangkurung.

Siswa kesulitan dalam mengikuti proses simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang membutuhkan akses jaringan internet. Oleh karena itu beberapa siswa pun harus berjuang menempuh perjalanan kurang lebih sejauh 3 kilometer menuju bukit dibawah pepohonan, yang hanya bisa dtempuh dengan berjalan kaki demi bisa mengikuti simulasi ANBK.

“Sangat berpengaruh, apalagi saat ini semua sudah serba menggunakan aplikasi online termasuk ujian ANBK,” keluh sejumlah Guru di Bangkurung kepada media ini, Rabu (11/10/2023).

Mereka berharap para pemangku jabatan dapat memperhatikan kondisi jaringan seluler dan internet di Kecamatan Bangkurung.

Selain mempengaruhi bidang pendidikan, minimnya ketersedian akses jaringan seluler dan internet juga berdampak pada sejumlah usaha yang bergantung pada jaringan seluler dan layanan internet itu menjadi terganggu.

“Sudah lama sekali jaringan seluler pada kecamatan Bangkurung tidak normal, khususnya kami yang di Desa Lantibung ibu kota dari kecamatan Bangkurung,” timpal warga Bangkurung lainnya.

Selain daratan timur Kecamatan Bangkurung, rupanya akses jaringan seluler dan internet juga belum sepenuhnya dinikmati masyarakat hingga ujung barat desa Dungkean, Padahal di Desa-Desa wilayah barat Kecamatan Bangkurung terdapat banyak tower jaringan yang berdiri kokoh di pegunungan, namun semua tower tersebut tidak berfungsi.(*/Man)