Kadisperindag Kabupaten Banggai Warning Pangkalan Elpiji Nakal

Sultimnews.info -

BANGGAI, SultimNews.Info- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banggai langsungbmenyikapi informasi penjualan gas elpiji 3 kilogram yang mencapai Rp40 ribu per tabung di wilayah Kecamatan Pagimana, Rabu (7/4).

Tim investigasi ini dipimpin langsung Kepala Bidang Industri, Ardia, dan Kepala Seksi Pengawasan Bahan Penting Disperindag Banggai, Kasman Yakin.

Kepala Disperindag Banggai, Hasrin Karim, menyatakan, tim langsung turun ke wilayah pegunungan Desa Asaan, Bulu, dan Ampera untuk menindaklanjuti pemberitaan media yang menjual elpiji bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hasil investigasi ditemukan bahwa sejumlah desa yang berada di pegunungan Pagimana itu tidak memiliki pangkalan gas elpiji, sehingga warga kesulitan.

“Dengan tidak adanya pangkalan di desa itu dimanfaatkan oleh pemilik kios untuk menjual gas di atas HET. Alasannya karena biaya sewa ojek dari pangkalan ke desa, serta beli gas di pangkalan lebih mahal,” kata Hasrin saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (8/4).

Selain di wilayah pegunungan, desa pesisir seperti Jayabakti jugabmenjual di atas HET mencapai Rp35 hingga 40 ribu per tabung.

“Desa Jaya Bakti memiliki dua pangakalan, namun kouta yang diberikan oleh pihak agen itu tidak mencukupi untuk warga, dan masyarakat terpaksa membeli gas di luar desa dengan harga tinggi lalu dijual kembali di desa sampai Rp40 ribu per tabung,” beber Hasrin.

Hasrin menegaskan, pangkalan yang menjual elpiji 3 kilogram di atas harga Rp19 ribu per tabung akan direkomendasikan untuk ditinjau kembali izinnya.

“Kalau tidak bisa dibina maka diputus kontrak dengan pihak agen, dan langsung digantikan oleh pangkalan lain. Mohon bantuan masyarakat terhadap agen yang tidak menindak pangkalan yang nakal di Pagimana,” tegasnya. (anto)