LUWUK, LUWUKPOST – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) Kesehatan Kabupaten Banggai, melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dalam memberikan akses pelayanan bagi masyarakat indonesia kini sudah menginjak satu decade perjalanannya. Tak terhitung lagi berapa banyak masyarakat khususnya di Kabupaten Banggai yang telah terbantukan dengan kemudahan pelayanan yang diberikan oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Salah satunya dirasakan oleh Rina Fanta Dewi, wanita berusia 32 tahun, seorang warga dari Kelurahan Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai. ia menerangkan saat dirinya mendapatkan akses pelayanan kesehatan semenjak dirinya tergabung ke dalam kepesertaan Program JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Sudah dua bulan suaminya mengalami sakit pinggang yang tidak kunjung sembuh serta sering kambuh. Sudah dua bulan ini juga sang suami rutin mendapatkan pelayanan di puskesmas hingga pada beberapa hari yang lalu, pihak puskesmas merujuk ke RSUD Kabupaten Banggai.
”Suami saya sudah dua bulan ini mempunyai keluhan sakit pinggang, kalau kambuh bisana sampai tidak bisa bergerak dan sudah dua bulan ini mendapatkan perawatan di puskesmas, diberi obat–obatan dan disuntik, sampai kemarin akhirnya diputuskan untuk dirujuk ke sini,” ungkapnya.
Ia merasa tidak khawatir mengenai biaya pengobatan, karena selama ini pun ia dan keluarganya selalu memanfaatkan Program JKN untuk mendapatkan pengobatan di puskesmas maupun klinik dokter. Hal ini didasarkan pada pengalamannya yang memang cukup sering memanfaatkan kepesertaan Program JKN untuk berobat.
Ia merasa tidak khawatir saat dirujuk ke rumah sakit karena dengan adanya BPJS Kesehatan maka semua biaya perawaatan telah ditanggung, pernah ketika anaknya dirawat di puskesmas karena alami demam panas tinggi, tidak ada tambahan biaya sama sekali, semua perawatan dan obat-obatan gratis karena menggunakan BPJS Kesehatan.
”Kalau dulu orang di kampung mungkin kalau berobat itu takut, takut karena biayanya mahal, jadi harus jual sapi atau yang lainnya. Maka dari itu kalau tidak sampai parah sekali biasanya tidak dibawa ke puskesmas karena takut biayanya mahal. Tapi kalau sekarang sudah tidak lagi, karena Program JKN ini membantu sekali,” tambahnya.
Ia menambahkan selama ini dalam pemanfaatan Program JKN, dirinya selalu dilayani dengan baik tanpa ada pembedaan pelayanan, bahkan cenderung mendapat kemudahan. Menurutnya, selama ini dirinya tidak pernah dipersulit ketika hendak ingin berobat, seluruhnya dilayani dengan setara dan tidak ada perlakuan diskriminasi.
“Pelayanannya oleh dokter dan perawat juga ramah, dan malah semakin mudah karena sekarang untuk berobat itu tidak wajib bawa kartu, cukup pakai Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP) masyarakat sudah bisa dilayani di puskesmas atau rumah sakit,” ungkapnya.
”Alhamdulillah BPJS Kesehatan sangat membantu sekali bagi kami, karena kalau berobat itu biaya sangat mahal, dan kalau sakit kita itu tidak pernah tahu kapan sakitnya itu datang. Dengan adanya BPJS Kesehatah ini kami masyarakat tidak perlu cemas lagi dengan biaya pengobatan yang mahal,” ucap Rina.
Dirinya juga berharap BPJS Kesehatan dapat terus hadir membantu masyarakat yang semakin butuh akan pelayanan kesehatan terutama di pelosok daerah yang kesulitas akses. Bukan hanya itu, dirinya juga berharap dengan banyaknya masyarakat yang menggantungkan jaminan kesehatannya kepada Program JKN, BPJS Kesehatan juga semakin melakukan peningkatan pelayanan.
”Semoga BPJS Kesehatan tetap ada untuk masyarakat seperti kami, terus hadir dan membantu kami dalam mendapatkan pengobatan, jangan sampai berhenti,” tutupnya






