Pastikan Implementasi PPM yang Berkelanjutan, Manajemen lakukan MGTC ke Pertamina EP Donggi Matindok Field

Sultimnews.info -

Luwuk, SULTIMNEWS.INFO – Manajemen Zona 13 Subholding Upstream Pertamina lakukan kegiatan Management Goes To Community (MGTC), pada Program Pengembangan Masyarakat Donggi Matindok Field, Senin, 29 Juli 2024.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Manager Senior K3LL SKK Migas Ivan Fadlun Azmi, General Manager Zona 13 Andry Sehang, VP HSSE Performance & Post Event Mgt. (PT Pertamina Persero) Johan Kurniawan, serta Manajemen Zona 13 dilanjutkan dengan MGTC ke program PPM DMF diantaranya Program Bioferdoman dan Integrated Farming BSF Toili.

Kegiatan MGTC yang dilakukan oleh pimpinan ini menunjukkan adanya komitmen dalam memastikan program yang dilaksanakan Perusahaan dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan ini pula bertujuan untuk memastikan implementasi Program PPM di sekitar wilayah operasi Donggi Matindok Field berjalan lancar dan berkelanjutan.

Selain itu menjadi wadah diskusi antara manajemen dengan mitra binaan untuk senantiasa melakukan perbaikan berkelanjutan dalam setiap usaha.

Agenda yang dilakukan selama satu hari ini, diawali dengan mengunjungi workshop pengolahan pupuk biosulfur bersama dengan kelompok tani.

Program ini merupakan inovasi yang dikembangkan oleh PEP Donggi Matindok Field bersama PT Aimtopindo Nuansa Kimia dalam mengolah produk samping sulfur menjadi pupuk biosulfur.

Kelompok tani ini yang nantinya turut terlibat dalam pengembangan implementasi pupuk biosulfur khususnya pada pertanian jagung.

General Manager Zona 13 Andry Sehang menyampaikan, PPM yang dilakukan oleh Perusahaan memerlukan dukungan dari pada stakeholder khususnya masyarakat yang menjadi mitra pelaksana program.

“Dengan bergandeng tangan, banyak sekali inovasi yang bisa kita berikan untuk membantu kesejahteraan masyarakat.”tuturnya.

Manager Senior K3LL SKK Migas, Ivan Fadlun Azmi, mengatakan kolaborasi yang sudah berjalan agar selalu dipupuk dan dijaga untuk keberlanjutan program.

“Dengan begitu apa yang telah dicapai sebelumnya dapat dipertahankan dan jangan pernah putus untuk berkreasi dan berinovasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Manajemen Zona 13 juga berkunjung ke Lokasi Program Integrated Farming BSF Toili.

Di mana, Manajemen mendapat kesempatan untuk melakukan tour untuk melihat langsung bagaimana proses yang berada di lokasi.

Selain biokonversi sampah organik melalui budidaya maggot, kelompok juga mengintegrasikan program ini dengan kegiatan perikanan air tawar, ternak ayam kampung, ternak burung puyuh, dan juga pertanian hidroponik.

Menurut Johan Kurniawan, yang juga sebagai kelompok mitra binaan, dirinya berharap program ini dapat terus berkembang sehingga dalam skala tertentu nantinya bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Sebagai informasi, agenda kunjungan ini, diharapkan dapat memotivasi para pekerja juga untuk dapat terlibat dalam pelaksanaan Program PPM. (*/dat)