Untuk meminimalisir kebakaran di kawasan padat penduduk khususnya di area perkotaan Luwuk, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banggai menghadirkan kendaraan motor Damkar untuk menjangkau wilayah sempit padat penduduk.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Banggai, Suwitno Abusama menegaskan bahwa pengadaan 4 unit motor pemadam kebakaran sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan, khususnya untuk menjangkau kebakaran di jalan sempit padat penduduk.
“Untuk motor damkar ini merupakan produksi dari PT. Kajama Fire berkapasitas penampungan air 300 liter, ” terang Suwitno.
Ia menambahkan, sebelumnya dalam waktu (tahun 2023) Dinas Damkar Banggai kembali menerima hibah armada mobil pemadam dari Kementerian terkait buatan Korea.
“Kami sangat bersyukur, nanti di zaman kepemimpinan Bupati Amirudin ini Dinas Damkar mendapat alokasi peremajaan dan tambahan armada pemadam kebakaran,” ucapnya.
Dari era bupati-bupati Banggai sebelumnya, kurang lebih 15 tahun kemudian baru ada alokasi penambahan armada pemadam kebakaran.
Suwitno menjelaskan lebih rinci, dalam upaya antisipasi penanganan terjadinya kebakaran di Kabupaten Banggai, idealnya setiap kecamatan di luar cover area Damkar Banggai menyediakan armada, minimal motor pemadam kebakaran.
Hal ini lanjutnya, untuk efisiensi penanganan kebakaran, dimana area tugas Damkar Banggai melayani 5 kecamatan, 3 kecamatan dalam kota (Luwuk, Luwuk Selatab dan Luwuk Timur,) dan 2 kecamatan sekitarnya
“Misalnya di Kecamatan Bunta dan area kepala burung sudah sepatutnya menyediakan armada mandiri seperti motor damkar,” bebernya.
Dengan adanya alokasi anggaran dari APBD Pemkab Banggai, saran konkret bagi kecamatan-kecamatan terluar dapat kendaraan motor pemadam kebakaran.
“Pemerintah kecamatan dapat langsung memesannya kepada PT. Kajama Fire atau melalui Dinas Damkar Banggai,” tandasnya.
Ia menyampaikan harapannya dengan adanya tambahan 4 unit armada motor pemadam dapat meminimalisir penangganan kebakaran di daerah. (*/Asw)







Komentar