SultimNews, BANGGAI-Saat ini, akses internet sudah menjadi kebutuhan. Bagi masyarakat. Olehnya itu, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk akan melahirkan wadah. Agar lebih mudah, untuk mengakses internet.
Wakil Rektor I, Bidang Akademik Unismuh Luwuk, Mustafa Abdul Rahim menyatakan, dalam mempermudah akses internet tersebut, pihaknya akan memasang Wifi Corner (WiCo) di sejumlah wilayah. Seperti Kabupaten Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan. WiCo itu bakal dihadirkan di 10 titik.
“Lima di kota Luwuk. Luwuk Timur, Bunta, Bangkep dan Balut masing-masing satu WiCo,” jelas Mustafa Abdul Rahim, belum lama ini.
Mustafa menerangkan, fasilitas yang mereka hadirkan ini sebagai bentuk kepedulian Unismuh. Terhadap masyarakat pada umumnya. Dan Mahasiswa Unismuh secara khusus.
“Unismuh menjawab keluhan mahasiswa. Juga masyarakat terkait mahalnya biaya internet,” terangnya.
Mustafa menambahkan, bagi masyarakat, yang mau menggunakan fasilitas WiCo ini, wajib membeli voucher. Yang sudah tersedia di lokasi. Namun, tarifnya terjangkau. Misalnya; di tempat lain bertarif Rp5 ribu dua jam. Sementara Unismuh punya Rp5 ribu tiga jam.
“Bagi mahasiswa Unismuh akan kita gratiskan. Ketentuannya; sudah membayar biaya perkuliahan,” tandasnya.
Olehnya itu, untuk menyukseskan rencana tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak Telkom Luwuk. Sebagai penyedia layanan Internet. “Masih berkoordinasi dengan pihak Telkom. Kapan mereka siap. Yang jelas untuk tahap awal kita akan buka 10 titik,” pungkas dosen muda itu.
Terapkan Perkuliahan Daring
Upaya Unismuh dalam menyediakan fasilitas internet sesuai kebijakan perkuliahan Daring. Yang saat ini, secara konsisten di terapkan oleh Unismuh Luwuk. Rektor Unismuh, Sutris K Djawa menerangkan, saat ini proses perkuliahan sudah dimulai. Dilakukan secara daring. Sebab, masih pandemi Virus Korona.
“Tatap muka belum ada. Karena masih dilarang. Dikhawatirkan akan membentuk klaster baru. Untuk itu kita manfaatkan teknologi digital untuk kuliah daring,” jelasnya.
Kedepan, Unismuh Luwuk akan terus mengembangkan proses pembelajaran daring. Dalam rangka memaksimalkan perkuliahan mahasiswa di tengah pandemi. Apalagi pandemi ini belum diketahui kapan akan berakhir.
“Untuk itu sementara kami pikirkan bagaimana pengembangan perkuliahan secara daring. Yang jelas proses pembelajaran daring kedepan akan lebih mengarah ke robotik atau secara otomatis,” tandasnya (leb)






