SultimNews, BANGGAI- Workshop Media BPJS Kesehatan 2020 di hari kedua, kembali dilaksanakan secara virtual via zoom, Jumat (23/10/2020).
Workshop Media dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik ini diikuti ratusan media se Indonesia. Di Kabupaten Banggai, diikuti lima perwakilan media, dua media cetak, dua media online dan satu media radio.
Dalam workshop di hari kedua ini, menghadirkan tiga narasumber, dan mengangkat tema ‘Optimalisasi Pelayanan JKN-KIS di Tengah Pandemi’.
Tiga narasumber itu yakni Anggota Dewan Jaminan Sosial, Muttaqien, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi dan Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari.
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari mengatakan, BPJS Kesehatan memiliki sejumlah kanal layanan non tatap muka untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Kanal layanan BPJS Kesehatan itu seperti Mobile JKN, CHIKA, Edabu, da Pandawa.
Untuk Mobile JKN sendiri, telah banyak digunakan peserta. Sebanyak 10 juta lebih peserta memanfatakan layanan Mobile JKN tersebut. Berbagai fitur dan layanan tersedia di Mobile JKN.
Kemudian, BPJS Kesehatan juga telah menerapkan antrean online di FKTP. Antrean ini untuk memudahkan peserta dalam memperoleh pelayanan kesehatan di tengah pandemi ini.
“Sampai dengan 20 Oktober 2020, jumlah FKTP yang terintegrasi dengan Antrean Online sebanyak 15.112 FKTP,” ujar Direktur Andayani.
BPJS Kesehatan juga mengeluarkan program keringanan pembayaran tunggakan JKN atau relaksasi tunggakan. Kebijakan itu berdasarkan Perpres 64/2020 Pasal 42 Ayat (3a) dan (3b).
“Memberikan keringanan pembayaran tunggakan bagi peserta PBPU dan PPU BU yang memiliki tunggakan lebih dari 6 bulan tuggakan iuran dengan sisa tunggakan yang wajib dilunasi paling lambat Desember 2021,” katanya.
Kebijakan ini telah dimanfaatkan oleh 447 badan usaha dan 85.482 peserta mandiri.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi memaparkan terkait harapan terhadap layanan Program JKN selama Pandemi Covid-19 ini.
“Tingkat kepuasan peserta JKN terus meningkat, termasuk kepuasan kepada fasilitas kesehatan, dan rumah sakit. Di mana peserta PBI paling tinggi kepuasanya,” katanya.
Tulus Abadi berharap, pandemi ini jangan dijadikan alasan menurunkan standar pelayanan dan keandalan pelayanan fasilitas kesehatan. Justru pelayanan kesehatan harus lebih baik lagi.
“Manajemen faskes justru harus mewujudkan standar pelayanan yang lebih prima, guna menjamin patien safety. Dan pelayan beebasis online menjadi keniscayaan sebagai wujud disruptif bidang kesehatan,” terangnya.
Di hari sebelum, workshop mengusung tema ‘Menjaga Keberlansungan Proggram JKN-KIS’ dan ‘Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Covid-19’. Workshop ini dilakukan dua sesi.
Untuk workshop sesi pertama menghadirkan lima narasumber, yakni Staf Menteri Keuangan RI, Yustinus Prastowo, USAI Healrh FInancing Activity, Prof. Hasbullah Thabrany, Kasatgas Direktorar Penelitian dan Pengembangan Kedeputian Pencegahan KPK, Kunto Ariawan, Ketua Tim Kendali Mutu Kendali Biaya, Adang Bachtiar dan Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio.
Di sesi kedua dengan tema ‘Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Covid-19’ menghadirkan tiga narasumber yakni Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, TB. A Choesni, Pakar Asuransi Kesehatan, Prof. Budi Hidayat, dan Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Raden Pardede. (and)






