SultimNews.info, BANGGAI- Pemerintah Indonesia saat ini tengah menjalankan program vaksinasi untuk penanggulangan Covid-19. Begitupun di Kabupaten Banggai.
Juru bicara Satgas Covid-19 Banggai Nurmasita Datu Adam, menjelaskan, program vaksinasi tahap pertama di Kabupaten Banggai sudah selesai sejak vaksinasi perdana kepada Bupati Banggai Herwin Yatim dan pimpinan Forkopimda pada 3 Februari 2021 lalu.
Hingga saat ini, tercatat ada 1559 dari 2570 tenaga kesehatan (nakes) yang sudah divaksin.
“Ada 234 nakes terkonfirmasi positif dan ini tidak bisa menjalani vaksinasi. Sedangkan nakes sisanya masih ada dalam tahapan penundaan. Karena bisa saja darahnya tinggi, komorbit atau riwayat penyakit berbahaya seperti tumor, kanker, cuci darah dan lainnya,” papar Nurmasita dalam sosialisasi peningkatan kewaspadaan transmisi lokal penyebaran Covid-19 di sekretariat PWI Banggai, Kamis (11/2/2021).
Lebih jauh dia menyatakan, terdapat 31 fasilitas layanan kesehatan untuk menjalankan program vaksinasi. Dan selama vaksinasi berlangsung, tidak menimbulkan efek samping yang berat.
“Gejalanya hanya mengantuk dan nafsu makan, itu berlangsung selama 2 hari. Namanya ada vaksin yang masuk pasti ada reaksi, tetapi bila imun tubuh kuat maka bisa dilawan,” paparnya.
Selain itu, Nurmasita mengaku meski seseorang sudah divsksin, tetapi masih berpotensi terpapar Covid-19. Namun tidak menimbulkan gejala berat.
“Yang sudah divaksin tetap bisa terkonfirmasi positif Covid-19. Tapi tidak sampai berat. Karena sudah ada kekebalan tubuh,” tutur Nurmasita.
“Kalau ada komorbit atau penyakit bawaan itu yang bahaya. Kalau sudah terkonfirmasi maka virus ini akan memperparah,” tambahnya lagi.
Dia menambahkan, untuk program vaksinasi diutamakan untuk tenaga kesehatan dan pelayan publik lainnya. Termasuk wartawan.
“Saya minta bantuannya untuk data wartawan, karena direncanakan akan divaksinasi pada Maret nanti,” kata Nurmasita. (awi)






