LUWUK, SultimNews- Komunitas pegiat seni lukis dan gambar, Sketchood, menyuarakan kritik terhadap permasalahan sosial dengan mengambari tembok yang terletak di samping jalan menuju tugu Adipura dari kompleks Alun-Alun Bumi Mutiara sejak hari minggu (16/5/2021).
“Bukan hanya kami, kegiatan ini dilakukan serentak oleh para pegiat mural di seluruh Indonesia karena keresahan terhadap problematika di negeri ini yang tak kunjung selesai, seperti Covid-19 yang dipolitisir untuk kepentingan segelintir orang, pengrusakan lingkungan, korupsi dan media yang tidak independen,” ujar salah satu perupa Sketchood, Rinaldy Mada’a.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini, mural yang dikerjakan sekitar 12 orang perupa Kabupaten Banggai masih dalam proses penyelesaian. Mural sendiri adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya.
“Kalau fasilitas publik kami perlu izin ke Pemerintah Daerah terlebih dahulu, tapi karena ini tembok rumah kawan kami, jadi cukup izin tuan rumah saja. Salah satu Mural yang kami buat sebelumnya terdapat di Lapangan Voli Gelora, tetapi runtuh atau diruntuhkan oleh siapa kami tidak tahu,” imbuh pria yang akrab disapa Aldi itu.

Menurut keterangan salah satu pendiri komunitas tersebut, Muhammad Akhris, Sketchood diinisiasi pada tahun 2018 oleh Fahri Sahada, Dicky Mappanggio, Ryski Dewanto dan dirinya sendiri dan memulai kegiatan perdana pada tahun 2019.
Komunitas yang merupakan wadah pertama bagi pegiat seni rupa di Banggai ini, berawal dari kelompok kecil yang sering nongkrong sambil menggambar sketsa di selasa malam, kemudian mereka berinisiatif menjadikannya lebih besar agar dapat menampung lebih banyak perupa di daerah ini.
Anggota Sketchood sekarang berjumlah 25 orang, yang terdiri dari seniman dengan berbagai latar belakang profesi dan usia, mulai dari pekerja swasta, koki, dosen, instruktur martial arts, guru honorer, mahasiswa, designer grafis, pekerja serabutan, pelayan makanan, bahkan siswa sekolah menengah yang masih berstatus aktif belajar.
“Sketchood juga terus membuka ruang bagi para pelaku seni muda dan tua untuk ikut bergabung dengan komunitas ini dan mensukseskan agenda-agenda kesenian lainnya di tahun 2021,” tutup anggota senior mereka, Alil Suling. (tr-05)






