PALU, SultimNews – Sekelompok pegiat musik Sulawesi Tengah merilis lagu beserta video clip yang bercerita tentang dilematika profesi seorang Jaksa dan apresiasi terhadap kinerja mereka.
Dua lagu yang berjudul “Melayani Dengan Hati” dan “Adil dan Pasti” itu ditulis oleh pegiat musik yang juga berprofesi sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeilohy, diaransemen oleh Julian Christian, dinyanyikan oleh Epe Adam, Finalis Rising Star, Bryce Adam dan Ozy Adam.
Keempatnya merupakan pemuda asal Luwuk Banggai. Ada pula penyanyi Palu yang pernah meraih peringkat ke-5 dalam ajang Indonesian Idol 2005, Harry Mantong.
Proyek kreatif tersebut dibahas dan diluncurkan pertama kali secara langsung di akun IG, Facebook dan Youtube Kejati Sulteng, Jum’at (21/5/2021) pukul 20.00 WITA dari aula Gedung Kejati Sulteng, Kecamatan Palu Timur.
Jacob Hendrik Pattipeilohy menuturkan bahwa pembuatan karya musik ini, berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai seorang Jaksa dan keresahannya terhadap stigma dan pandangan masyarakat terhadap pekerjaan tersebut.
Lagu ini juga sejalan dengan terobosan kejaksaan bertajuk keadilan restoratif yang dimulai sejak tahun 2020, dimana para penuntut umum berusaha untuk merasakan dan berempati juga pada kasus hukum yang pelakunya adalah masyarakat kecil dengan kasus yang nilai kerugiannya relatif kecil pula, sehingga ada upaya penyelesaian masalah secara kekeluargaan dengan mempertemukan pelaku dan pihak yang merasa dirugikan tanpa harus melalui proses peradilan.
“Dalam lagu ini, diuraikan bagaimana seorang Jaksa ketika memutuskan suatu dakwaan, selain mengacu pada pasal-pasal dalam hukum, mereka juga mempertimbangkan alasan seseorang melakukan tindak kejahatan, contohnya himpitan ekonomi yang membuatnya terpaksa mencuri makanan atau buah-buahan untuk ia makan saat itu. Oleh karenanya, melalui lagu ini, kami ingin menegaskan kalau kejaksaan itu sebenarnya dekat dan berpihak kepada masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan, kecintaanya terhadap dunia musik dan profesi sebagai Kajati, membawanya pada Ide untuk menciptakan lagu yang dapat mengkisahkan perasaan dilema saat memutuskan serta kepedulian Jaksa terhadap rakyat, dan merupakan suatu kebanggaan dapat berkolaborasi dengan musisi-musisi Sulawesi Tengah yang malang melintang dalam festival dan perlombaan musik baik regional maupun di tingkat Nasional.
“Ini bukan hanya ide dan inisiatif dari Bapak Jacob saja, tetapi juga merupakan bentuk aspirasi dan penilaian kami, para pekerja seni terhadap kinerja Kejaksaan, yang selanjutnya diakomodir oleh beliau dalam bentuk lirik lagu,” sambung top 40 Finalis Indonesian Idol 2008, Ozy Adam.
Menurut sang komposer, Julian Christian, lagu ini bertujuan untuk memberi tahu kepada para pendengar, bahwa Kejaksaan saat ini lebih kekinian dan menyesuaikan dengan kondisi zaman, sehingga musik yang ia buat pun mengikuti trend yang digemari banyak orang saat ini.
“Pengambilan gambar video clip dilakukan di Doda dan sekitar Gong Perdamaian Palu, sementara waktu pengerjan mulai dari pembuatan musik, take vocal dan video clip sekitar 2 bulan. Lagunya dapat kalian dengar di kanal youtube Kejati Sulteng,” tutup Epe Adam. (tr-05)






