Sistem Integrasi SIPBJ Telah Diperbaiki

LUWUK, SULTIMNEWS-Kegiatan sosialisasi internal Sistem integrasi pengadaan barang dan jasa (SIPBJ), yang dilaksanakan oleh bagian pengadaan barang dan jasa (BPJB), pada hari Selasa 23-11-2021, telah dilakukan tingkat pengembangan hingga perbaikan serta masukan-masukan dari berbagai pengelola dalam penggunaan aplikasi SIPBJ tersebut.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPJB) Kabupaten Banggai, I DW Supratiagama menjelaskan, bahwa hasil dari kegiatan tersebut, pihak pengembang telah melakukan kewajibannya, untuk melakukan perbaikan terhadap aplikasi SIPBJ.

Sambung dia, dari hasil pengembangannya juga langsung dipaparkan, seperti apa terkait dengan reportingnya, hingga bagaimana kemudian ada integrasi antara SIRUP dengan SIPBJ.
“Termasuk integrasi antara data proses hasil pemilihan dari SPSE dengan SIPBJ, itu, telah dipaparkannya satu-satu,” jelas Dewa, saat ditemui di ruang kerjanya. Selasa (23/11) kemarin.

Tak hanya itu, kata Dewa, setelah hasil dari pemaparanya, pihaknya langsung uji coba, bahkan langsung dipraktekan, untuk mengetahui seperti apa cara penarikan berbagai paket dalam penggunaan aplikasi pengembangan tersebut.

“Hal itu, tentu kita simulasikan kepada semua pengelola SIPBJ kita, mulai dari admin hingga peran-peran sebagai verifikasinya dan termasuk fungsi-fungsi pokja,” ucap dia.

Disebutkannya, dari hasil simulasi itu, tentu ada beberapa masukan-masukan yang diberikan oleh teman-teman pokja dan teman-teman verifikator. Dalam hal, dari sisi penyedia tenaga ahli kita, bahwa hari ini langsung memperbaiki.

Sehingga, besok (hari ini) bisa langsung diserahkan hasilnya, namun, bukan diberikan secara fisik, sebab, aplikasi pengembangan itu menggunakan sistem, yang nantinya untuk dipublikasikan dan bisa digunakan.

Dewa berharap, dalam penggunaan sistem aplikasi tersebut, tentu, dapat mempermudah kita, maka sebutnya, kedepannya proses-proses itu bisa lebih mudah, namun karena sistem itu tidak bisa dibangun sekaligus secara paripurna, sehingga keberlanjutan dalam penggunaan adalah hal yang paling penting.

“Jadi ini harus digunakan secara terus menerus dan terus dipelihara. Sehingga tender-tender kedepannya bisa lebih cepat dan tertib, intinya, sistem ini adalah efisiensi yang dapat mempermudah dalam melakukan pelayanan,” pungkasnya. (dat)