Kejari Banggai Musnakan Barang Bukti Sabu dan Obat Terlarang Yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap

Proses pemusnahan barang bukti Tipidum Narkotika jenis sabu dan obat terlarang, yang dilaksanakan di pelataran Kantor Kejari Banggai, pada Selasa (22/11) [Foto/Istimewa]

SultimNews.info – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai melaksanakan pemusnahan barang bukti perkara Tindak Pidana Umum (Tipidum) Narkotika jenis Sabu-Sabu dan sejumlah obat terlarang yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkrach).

Hal ini, termaktub dalam Siaran Pers Nomor: PR-16/P.2.11/Kph.3/11/2022, yang dikeluarkan melalui Kepala Seksi Intelijen, Firman Wahyudi, pada Selasa (22/11).

Dikatakan, pemusnahan itu dilakukan sekira 13.30 wita sampai pukul 16.00 wita bertempat di pelataran Kantor Kejari Banggai. Kemudian barang bukti tersebut, merupakan amar putusannya dirampas untuk dimusnahkan dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Adapun Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 33 perkara sebagai berikut :
18 perkara Tindak Pidana Narkotika jenis sabu-sabu dengan total seberat 151,7129 gr (seratus lima puluh satu koma tujuh satu dua sembilan gram) dan berbagai jenis alat hisap sabu-sabu.

Selanjutnya, dua perkara Tindak Pidana Kesehatan terdiri dari 4.800 (empat ribu delapan ratus) butir Trihexyphenidyl (THD).

Kemudian, 8 perkara Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Orang, berupa Kayu, Senjata Tajam Badik dan Batu, Pisau, Besi serta sejumlah pecahan kaca, batu dan pakaian.

Terakhir, 5 perkara Tindak Pidana Umum Lainnya berupa 14 lembar faktur dan invoice, 7 jenis alat permainan judi, 1 buah buku tabungan dan ATM, 2 lembar kwitansi pembayaran mobil, 2 lembar STNK, 3 buku BPKB, 3 lembar surat keterangan pajak daerah, 1 buah plat nomor kendaraan, 1 buah buku dan 1 buah pulpen.

Disebutkan, selanjutnya Barang Bukti tersebut dimusnahkan dengan cara : dibakar, diblender, dan digerinda hingga barang bukti tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Kegiatan itu merupakan tugas dari Jaksa selaku eksekutor, dalam hal ini, melaksanakan putusan hakim terhadap barang bukti yang dirampas untuk dimusnahkan.
Barang Bukti yang dimusnahkan, merupakan hasil pengumpulan terhitung sejak periode Agustus 2022 sampai dengan November 2022. (*/dat)