Gelar Yudisium, FKIP Unismuh Luwuk Cetak 94 Sarjana Baru

Sultimnews.info -

SultimNews, BANGGAI-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhamamdiyah (Unismuh) Luwuk menggelar kegiatan yudisium di Hotel Swiss Bellin Luwuk, Sabtu (12/12).

Kegiatan yudisium yang menerapkan protokol kesehatan tersebut, diikuti oleh 94 mahasiswa. Yang berasal dari tiga program studi. Yakni, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi dan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

Melalui, kegiatan yudisium, maka puluhan mahasiswa tersebut, resmi menyandang sarjana pendidikan (S.Pd).

Dekan FKIP Unismuh, Armin Haluti mengatakan, gelar sarjana pendidikan yang didapatkan oleh mahasiswa, bukan hanya sekadar euforia. Namun, sarjana pendidikan adalah tanggung jawab yang harus disalurkan di tengah-tengah masyarakat.

“Karena ketika bergelar sarjana pendidikan masyarakat tahu anda bisa. Pasti bisa. Sebab bergelar S.Pd,” jelas Armin Haluti, Sabtu pekan lalu.

Armin Haluti juga menyatakan, selama para sarjana itu, masih berstatus sebagai alumni Unismuh Luwuk maka almamater Unismuh akan selalu dipundak para sarjana. “Bukan berarti ketika selesai dari Unismuh Luwuk, anda terlepas dari Unismuh. Tidak. Ada yang mengikat kalian, yakni ikatan alumni Unismuh Luwuk,” tandasnya.

Olehnya itu, Armin Haluti berpesan untuk selalu menjaga nama almamater Unismuh Luwuk pada umumnya. Dan FKIP secara khususnya. Sebab, ketika cacat, yang alumni lakukan di tengah-tengah masyarakat, maka akan berdampak secara langsung ke Unismuh Luwuk dan juga FKIP.

“Ini yang perlu saya titip pesankan kepada kalian. Jaga nama baik almamater,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dosen yang akrab dengan mahasiswa itu juga berpesan agar, para sarjana baru tidak bekerja sendiri. Namun, harus membangun kerjasama yang baik. Multi disiplin yang lebih ditingkatkan lagi.

“Mungkin di prodi pendidikan bahasa Inggris tidak akan mendapatkan llmu PJKR dan Biologi. Namun, kolaborasi harus anda lakukan. Sehingga menjadi sarjana yang paripurna. Itu yang saya pesan,” jelasnya.

Selain itu, Armin berharap para sarjana baru itu harus menjadi sarjana yang berguna. Khususnya bagi orang tua. “Yang terakhir, 94 mahasiswa yang diyudisium bisa membawa mahasiswa baru ke FKIP Unismuh,” tutupnya.

Sekadar diketahui, kegiatan yudisium tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor II Unismuh, Nirwan Moh. Nur, wakil dekan I dan II FKIP serta kaprodi dan dosen FKIP. (leb)