Latih Tata Cara Menulis Berita, Mahasiswa KKN UMLB Beri Pelatihan Jurnalistik

Sultimnews.info -

SultimNews, BANGGAI-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah  Luwuk Banggai (UMLB) mulai melaksanakan program kerjanya. Seperti yang dilakukan oleh delapan mahasiswa KKN posko Desa Bima Karya, Kecamatan Bualemo, Kamis (11/2) pekan lalu.

Para mahasiswa tersebut memberikan pelatihan jurnalistik  kepada pemuda desa Bima Karya. Dan turut dihadiri oleh pemerintah desa, badan permusyawaratan desa, hingga pengurus karang taruna.

Sekretaris Koordinator Desa (Kordes), Ilman Laisi menyatakan, program pelatihan jurnalistik ini merupakan bidang keilmuan yang dimiliki oleh salah seorang mahasiswa KKN Posko Desa Bima Karya, bernama Nasrullah Darwis.  Mahasiswa yang memiliki basic ilmu komunikasi tersebut menjadi pemateri dalam kegiatan ini.

Selain itu, kata llman, dalam prosesi pelaksanaan program kerja KKN khususnya bidang keilmuan, para mahasiswa diwajibkan untuk membuat program berdasarkan bidang keilmuannya. Dan dari delapan mahasiswa yang ada di Posko KKN Desa Bima Karya terdiri dari berbagai macam bidang keilmuan. Seperti bidang keilmuan ilmu komunikasi, pertanian, manajemen, ilmu keguruan, piaud, teknik,dan ilmu pemerintahan. “

Kegiatan seperti ini sudah kita laksanakan sebelumnya. Dan yang dapat giliran itu dari keilmuan Piaud. Dan semua mahasiswa akan mendapatkan kesempatan yang sama,” tandasnya.

Sementara itu, terkait dengan pelatihan jurnalistik ini, jelas Ilman, bertujuan untuk melatih pemuda tata cara menulis berita.  Dan program ini dibuat karena melihat potensi pertanian dan peternakan di Desa Bima Karya ini sangatlah kaya. Namun tidak ada  pengepul yang menetap di desa Bima Karya untuk membeli hasil perkebunan maupun peternakan. “Jadi mungkin dengan dilatihnya pemuda pemudi untuk cara menulis berita ini bisa mempublikasikan hasil pertanian dan peternakan lewat media,” tandasnya.

Sehingga, ketika tulisan itu dimuat, diharapkan bisa menjadi wadah sosialisasi terkait potensi pertanian dan peternakan. Kemudian akan berdampak kepada pengepul yang bisa hadir di Desa Bima Karya. “Ketika sosialisasi ini memberikan dampak positif maka, masyarakat  tidak harus mengeluarkan omset besar untuk membawa hasil pertanian dan peternakan ke pusat kota Luwuk,” tandasnya. (leb)