PARIMO, SultimNews.info- Menjelang salat magrib, ratusan penambang emas ilegal di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah masih mengais rejeki, Rabu (24/2). Namun, ada puluhan penambang yang masih berada di lubang tambang.
Tanda-tanda longsor itu awalnya sudah terlihat tetapi masih berskala kecil. Meski begitu, puluhan penambang itu tidak peduli. Mereka masih semangat walaupun sudah mulai gelap.
Tiba-tiba, longsor berskala besar datang dan langsung menutupi lubang tambang yang di dalamnya ada puluhan penambang.
“Saya hitung sekitar lebih 200 orang tadi yang ada. Pertama, kedua, pas ketiga yang besar (longsor). Lari semua sudah orang,” ungkap warga dalam video amatir yang diterima Harian Luwuk Post.
“Yang tatimbun ada sekitar 30 orang,” tambah pria itu, berdana gemetar.
Sementara itu, Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes melaporkan, peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (24/2) sekitar pukul 17.45 Wita. Sebanyak 23 penambang yang tertimbun material longsor, 16 orang diantaranya selamat.
“Sedangkan 6 orang ditemukan meninggal dunia dan 1 orang masih dalam pencarian,” ungkap Johanes, kemarin sore (25/2).
Berikut video evakuasi korban;
Kamis pagi lanjutnya, tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, masyarakat dan unsur SAR lainnya mencari korban dengan menggunakan dua unit exavator. Sedangkan genangan air di lubang tambang disedot menggunakan pompa.
Dalam upaya pencariaan itu, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga penambang dalam keadaan meninggal dunia. Mereka langsung dibawa ke Puskesmas Ampibabo.
“Selain korban meninggal dan selamat, ada lima korban luka-luka yang masih dalam perawatan di Puskesmas Ampibabo,” bebernya.
Hari ini (26/2), rencananya tim SAR gabungan masih mencari satu korban yang belum ditemukan dan menyisir lokasi longsor untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun. (awi)






