Polisi dan Wartawan Mulai Divaksinasi

Sultimnews.info -

SultimNews, BANGGAI-Petugas Urkes Polres Banggai melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac kepada puluhan anggota Polri saat vaksinasi tahap pertama, Senin (8/3). Di hari yang sama, sejumlah jurnalis di Kabupaten Banggai mulai menjalani vaksinasi.

Penyuntikan vaksin kepada anggota polisi digelar di Klinik Polres Banggai. Vaksinasi pertama diberikan kepada Wakapolres Banggai Kompol Reki H Lumintang.

Kapolres Banggai AKBP Satria Adrie Vibrianto, mengungkapkan, personel Polres Banggai dan ASN Polri yang disuntik vaksin sejumlah 647 personel dan untuk gelombang pertama sejumlah 300 personel, sedangkan sisanya akan masuk di gelombang berikutnya.

“Penyuntikan vanksin gelombang pertama dilaksanakan hingga beberapa hari kedepan. Untuk hari ini (kemarin, Red) sudah diberikan kepada 50 personel,” ungkap Satria.

Mantan Wakapolres Sidrap Polda Sulsel ini, mengatakan, vaksinasi bertujuan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh setiap personel sehingga dapat mendorong terciptanya kekebalan kelompok (herd immunity), dan mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. “Vaksinasi merupakan salah satu cara pemerintah untuk  mencegah penyebaran dan mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19,” kata dia.

Orang pertama di Polres Banggai ini menyebutkan, penyuntikan vaksin ini dilakukan kepada anggota Polri, sebab tugas kepolisian juga berada di garda terdepan. “Polri juga ada di garda terdepan dalam penegakkan ketertiban dan protokol kesehatan Covid-19 sehingga termasuk kelompok rawan,” tuturnya.

Selain anggota polisi, jurnalis di Kabupaten Banggai mulai menjalani vaksinasi di Rumah Sakit Claire Medika, kemarin. Vaksinasi yang dimulai sekitar 13.00 Wita berlangsung lancar dan selesai hingga pukul 16.00 Wita. Belasan jurnalis itu  menjalani vaksinasi tahap pertama. Rencananya vaksinasi tahap kedua akan 14 hari kemudian.

Wartawan Harian Luwuk Post yang menjalani vaksinasi sebanyak  3 orang, salah satunya Kaleb Sayo. “Saya hanya rasa mengantuk dan lapar, tapi aman tidak ada sakit apapun di tubuh,” jelas jurnalis jurnalis desk pendidikan itu. (awi/gom)