Prodi PJKR Bekali Mahasiswa dengan Pelatihan Perwasitan

Wakil Dekan I, dosen dan sejumlah mahasiswa PJKR foto bersama usai kegiatan di Pascasarjana UMLB, Jumat (19/3). [Foto: FKIP UMLB for SultimNews]

SultimNews, BANGGAI-Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), tak hanya diberikan materi yang diperoleh melalui perkuliahan. Namun, ada kegiatan lain yang dilakukan, guna menyiapkan mahasiswa yang siap pakai, ketika berada di tengah masyarakat.

Jumat (19/3) pekan lalu, seluruh mahasiswa prodi PJKR,  Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) mendapatkan ilmu pengetahuan baru, berupa penataran perwasitan badminton, di Pascasarjana UMLB. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) PJKR, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Wakil Dekan I, FKIP UMLB, Muh Salahuddin menyatakan, kegiatan penataran ini merupakan agenda yang dilakukan setiap tahun. Diluar materi perkuliahan. Melalui kegiatan penataran tersebut, para mahasiswa diberikan materi oleh dosen PJKR berupa  kode etik perwasitan, keorganisasian, peraturan pertandingan dan praktek perwasitan. “Selesai diberikan materi. Mahasiswa langsung diarahkan untuk praktek sesuai materi yang disampaikan,” jelas Muh Salahuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (20/3).

Muh Salahuddin menerangkan, dalam situasi saat ini para mahasiswa PJKR memang perlu diberikan bekal ilmu pengetahuan tambahan. Sehingga, ketika selesai dari FKIP, para mahasiswa akan mampu mengaplikasikan ilmu kepada masyarakat. “Makanya kita bekali pelatihan semacam ini. Mahasiswa kita akan mempunyai nilai tambah. Mereka akan lebih siap ketika terjun di tengah-tengah masyarakat,” kata mantan Kaprodi PJKR ini.

Ia mencontohkan, ketika mahasiswa diminta untuk menjadi wasit, dapat dipastikan tidak canggung lagi. Sebab, materi teori dan praktik sudah diberikan pernah mahasiswa dapatkan. Selain dari materi perkuliahan dalam permainan bulu tangkis.

“Makanya saya berharap, hadirnya kegiatan ini bisa menambah wawasan dibidang badminton. Selain jadi guru mereka bisa mengaplikasikannya di masyarakat. Selain itu, ada harapan besar saya kepada mahasiswa, jangan hanya sebatas mengikuti kegiatan ini, tapi harus mampu mengaplikasi ilmu yang didapatkan di masyarakat,” tandasnya. (leb)