Perlunya Penyesuaian Antara Penyusunan Program Penurunan Stunting

Sultimnews.info -

Suasana Pelaksanaan kegiatan Publikasi Hasil Pengukuran Stunting dan Review Kinerja Tahunan Kabupaten Banggai, di Hotel Swiss Belinn Luwuk, Selasa (15/10).

LUWUK, LUWUK POST-Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili menegaskan, Aparatur Pemerintahan mempunyai peran strategis dalam rangka Peningkatan Kualitas pengelolaan program penurunan stunting di Kabupaten Banggai.

“Aparatur pemerintahan mempunyai posisi dan kedudukan yang strategis dalam kerangka tugas-tugas umum pemerintahan pembangunan dan pembinaan masyarakat,” tuturnya dalam kegiatan Publikasi Hasil Pengukuran Stunting dan Review Kinerja Tahunan Kabupaten Banggai, di Hotel Swiss Belinn Luwuk, Selasa (15/10).

Adapun salah satu persyaratan yang perlu dipedomani dalam meningkatkan kualitas pengelolaan program penurunan stunting Kabupaten Banggai, tentu saja melakukan penyesuaian antara penyusunan program penurunan stunting, dengan kebutuhan obyektif dan rill pelaksanaan tugas dalam unit kerja pemerintah pada semua level, sesuai dengan prinsip pengembangan modern.

“Selaku unsur pimpinan pemerintah Kabupaten Banggai, saya menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini,” terangnya.

Terkait review kerja tahunan adalah review yang dilakukan oleh pemerintah terhadap kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait stunting selama satu tahun terakhir yang dilakukan dengan cara, membandingkan antara rencana dan realisasi capaian target kinerja
. Mengidentifikasikan faktor yang menghambat pencapaian target kinerja output dan outcome
, dan merumuskan tindak lanjut perbaikan agar target kinerja dapat di capai pada tahun “Berkenaan dengan itu, strategi penanganan yang serius perlu di lakukan yaitu melalui intervensi gizi spesifik seperti pemberian TTD (Tablet Tambah Darah) untuk remaja putri, suplementasi TTD untuk ibu hamil dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk ibu hamil kekurangan energi kronis. Dan juga sosialisasi air susu ibu, sosialisasi makanan bayi dan anak, tata laksana gizi buruk, penanganan masalah gizi dan PMT pada balita gizi kurang dan pelayanan imunisasi serta pencegahan infeksi pada balita” Sambung Om Pungke sapaan akrab Wabub.

Menurutnya, berdasarkan hasil analisis situasi yang di lakukan pada tahun 2020, telah di tetapkan lokasi fokus pencegahan stunting kurang lebih 55 Desa. Sehingganya di butuhkan kegiatan publikasi stunting dan review kinerja tahunan kabupaten yang terstruktur, sistimatis dan masif dari petugas kesehatan dan elemen masyarakat.

“Salah satu kegiatan yang di lakukan adalah publikasi stunting dan review kerja tahunan kabupaten banggai, karena publikasi stunting dan review kinerja tahunan Kabupaten Banggai merupakan proses mengidentifikasi sebaran prevalensi stunting dalam wilayah kabupaten, olehnya itu ketersediaan program dan praktik manajemen layanan dapat memahami permasalahan rendahnya integrasi intervensi gizi prioritas pada sasaran rumah tangga 1.000 HPK” Papar Wakil Bupati. (gom)